
Nismedia.id - Bologna berhasil lanjut ke babak final Supercoppa Italiana 2025-2026 setelah menaklukkan Inter Milan dengan skor 3-4. Keberhasilan ini menjadi momen pertama Nerazzurri karena tidak bisa merebutkan gelar di Supercoppa Italiana setelah menjadi juara beruntun.
Inter Milan tersingkir dari Supercoppa Italiana 2025-2026 setelah kalah adu penalti dari Bologna. Dalam pertandingan ini keputusan Cristian Chivu dan 3 kegagalan dari titik putih menjadi sorotan. Apalagi kekalahan Inter Milan ini menjadi pertama kali setelah Supercoppa 2021.
Diketahui, Inter Milan telah menjadi juara Supercoppa Italiana 2025-2026 selama 3 kali berturut-turut. Nerazzurri harus mengakhiri langkahnya di babak semifinal Supercoppa Italiana 2025-2026 setelah menyerah di hadapan Bologna. Inter Milan tidak mendominasi sejak awal pertandingan oleh Lautaro Martinez membuat Bologna FC tertinggal cepat pada menit kedua dari aksi Lautaro Martinez yang mengecoh penjaga gawang Bologna Federico Ravaglia.
Dikutip Nismedia.id dari Instagram @bolognafc1909, Lewis Ferguson gantian mengecoh kiper lawan, Josep Martinez hingga membuat skor imbang menjadi 1-1. Pada tendangan kedua, Federico Ravaglia bisa membendung tembakan Alessandro Bastoni. Namun Lautaro Javier Martinez mampu menggagalkan tembakan Nikola Moro yang membuat skor tetap 1-1.
Ange Bonnny maju sebagai eksekutor keempat sayangnya masih tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik karena ditangkap Ravaglia. Bologna baru bisa unggul 2-1 setelah tembakan Jonathan Rowe yang mengecoh Martinez. Pada eksekusi kelima, Stefan De Vrij bisa mencetak gol meski tembakannya sempat membentur mistar. Ciro Immobile yang menjadi eksekutor kelima yang kemudian bisa memastikan tiket final Supercoppa untuk Bologna.
Kegagalan Inter Milan memastikan tiket ke final Supercoppa Italiana ini sekaligus menunda peluang Cristian Chivu meraih trofi pertamanya sebagai manajer Nerazzurri. Kekalahan Inter Milan ditentukan oleh buruknya eksekusi dari titik penalti. Dalam drama adu penalti, Inter benar-benar runtuh karena gagal mengeksekusi tiga penalti secara beruntun.
Inter Milan sebenarnya memulai adu penalti dengan sangat baik. Bahkan Lautaro Martinez yang maju sebagai penendang pertama sukses menaklukkan Federico Ravaglia. Sayangnya keberhasilan itu tidak diikuti oleh rekan-rekannya. Federico Ravaglia selanjutnya tampil gemilang dan menjadi bintang atas kemenangan Bologna di babak semifinal Supercoppa Italiana 2025-2026.






