
Nismedia.id - Barito Putera sukses mengamankan kemenangan penting dalam lanjutan Pegadaian Championship saat menjamu Persiku Kudus. Bermain di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, pada Senin (5/1) sore, Laskar Antasari menang tipis dengan skor 1-0. Gol tunggal kemenangan tuan rumah dicetak oleh sang kapten, Rizky Pora, yang juga menjadi pusat drama dalam pertandingan ini.
Meski berhasil meraih tiga poin, perjuangan Barito Putera tidaklah mudah. Setelah unggul, mereka harus bermain dengan 10 orang di sisa babak kedua setelah pencetak gol mereka menerima kartu merah. Namun, kedisiplinan lini belakang yang dikomandoi Satria Tama berhasil meredam ambisi Persiku Kudus yang mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menyamakan kedudukan.
Babak Pertama: Dominasi Tanpa Gol
Sejak peluit awal dibunyikan, Barito Putera langsung mengambil inisiatif serangan dengan penguasaan bola mencapai 58 persen. Peluang pertama datang di menit ke-13 melalui tendangan jarak jauh Aimar Iskandar, namun masih bisa diamankan kiper Persiku, Nuri Agus. Laskar Antasari terus menggempur, termasuk sundulan Renan Silva di menit ke-20 yang nyaris memecah kebuntuan.
Sebagaimana dikutip nismedia.id dari laman Tribun Wow, Persiku Kudus bukannya tanpa perlawanan. Aldo Claudio sempat mengejutkan publik Banjarmasin dengan tendangan salto di menit ke-35 yang memaksa Satria Tama bekerja ekstra keras. Meski kedua tim saling jual beli serangan, skor kacamata tetap bertahan hingga jeda turun minum.
Babak Kedua: Gol Cepat dan Drama Kartu Merah
Memasuki paruh kedua, tensi pertandingan semakin meningkat. Barito Putera akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-54 melalui aksi cerdik Rizky Pora. Gol tersebut sempat memicu protes pemain lawan, namun setelah dilakukan cek VAR di menit ke-58, wasit tetap mensahkan gol tersebut karena tidak terbukti adanya pelanggaran.
Namun, petaka bagi Barito terjadi pada menit ke-73. Rizky Pora tertangkap kamera melakukan gerakan menyikut pemain Persiku Kudus. Wasit yang kembali berkonsultasi dengan VAR akhirnya memberikan kartu merah langsung kepada sang kapten. Kehilangan motor serangan membuat Barito terpaksa bermain bertahan total. Persiku Kudus mencoba mengeksploitasi sisi sayap, namun rapatnya barisan pertahanan tuan rumah membuat skor 1-0 bertahan hingga laga usai.






