
Nismedia.id - Gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko kini tengah diterpa badai isu politik yang serius. Sosok Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi pusat perhatian yang memicu wacana boikot dari sejumlah negara peserta potensial.
Kebijakan kontroversial dan ketegangan diplomatik membuat persiapan turnamen akbar ini memanas jauh sebelum kick-off. Isu larangan perjalanan hingga sengketa wilayah Greenland membuat tujuh negara mulai bersuara terkait kemungkinan menarik diri dari kompetisi empat tahunan tersebut.
Sikap Raksasa Eropa: Jerman Dan Prancis
Jerman menjadi negara pertama yang isunya mencuat ke publik menyusul ketegangan terkait Greenland. Meski politikus Jurgen Hardt sempat menyebut tim asuhan Julian Nagelsmann bisa saja tidak berpartisipasi, federasi sepak bola setempat segera meredam spekulasi tersebut.
“Seperti yang telah disampaikan Presiden DFB, Bernd Neuendorf, boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada saat ini tidak sedang dipertimbangkan,” demikian bunyi pernyataan resmi DFB yang dikutip nismedia.id dari Bola.com.
Situasi serupa terjadi di Prancis dan Belanda. Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari, menegaskan bahwa boikot belum menjadi opsi pada tahap ini. Sementara di Belanda, sebuah petisi penolakan partisipasi yang mengumpulkan 100 ribu tanda tangan sempat viral, namun federasi KNVB memastikan belum ada rencana menarik diri.
Di sisi lain, Belgia memilih menjaga jarak antara sepak bola dan politik dengan fokus pada persiapan tim. Sedangkan Denmark, yang masih harus berjuang lewat jalur play-off, mengakui adanya situasi sensitif di mana para pendukung mereka berpotensi menolak bepergian ke Amerika Utara jika timnya lolos.
Tensi Tinggi Iran Dan Desakan Di Afrika Selatan
Di luar Eropa, isu boikot berhembus lebih kencang. Afrika Selatan menghadapi desakan politik internal, di mana politikus Julius Malema menyerukan agar tim nasional Bafana Bafana mundur dari turnamen yang digelar di Amerika Serikat tersebut.
“SAFA harus mengambil keputusan untuk menarik diri dan tidak terlibat dalam Piala Dunia yang digelar di Amerika,” tegas Malema.
Sementara itu, Iran memiliki masalah yang lebih kompleks terkait hubungan diplomatik yang memanas. Delegasi Iran bahkan sempat mengancam memboikot undian grup Desember lalu setelah visa mereka ditolak. Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, termasuk salah satu figur yang ditolak masuk ke Amerika Serikat, menambah daftar panjang polemik jelang turnamen ini.






