Update Kondisi Terkini Emil Audero Usai Jadi Korban Pelemparan Petasan dari Oknum Suporter Inter Milan

Update Kondisi Terkini Emil Audero Usai Jadi Korban Lemparan Petasan dari Oknum Suporter Inter Milan
Potret Emil Audero saat insiden pelemparan petasan (Instagram: @vidiosports)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pertandingan Serie A 2025-2026 pekan ke-23 antara Cremonese vs Inter Milan di Stadion Giovanni Zini, Cremona diwarnai insiden tidak menyenangkan Emil Audero. Kiper Cremonese itu sempat berguling saat menghindari ledakan petasan yang dikirim oleh oknum suporter Inter Milan.

Insiden tersebut terjadi pada menit ke-49 ketika pertandingan memasuki babak kedua. Kembang api yang dilempar meledak di dekat posisi Emil Audero yang sedang berdiri di area penalti, menimbulkan ledakan keras dan membuat suasana stadion menjadi mencekam.

Audero tampak terkejut dengan berguling untuk menghindari ledakan petasan itu. Tim medis langsung memberikan penanganan dan pemain berdarah Indonesia-Italia itu langsung melanjutkan pertandingan dengan tenang setelah dipastikan layak melanjutkan pertandingan. Sikap profesional itu banyak mencuri perhatian dunia.

Dikutip Nismedeia.id dari Instagram @uscremonese, Emil Audero mengaku mengalami nyeri telinga dan luka bakar ringan di bagian kaki akibat terkena percikan api dari kembang api tersebut.

“Saya baik-baik saja meskipun sempat merasakan nyeri parah di telinga dan sensasi panas di lutut. Hari ini saya bangun dengan kondisi yang sangat baik,” jelasnya dalam postingan resmi @uscremonese.

Penjaga gawang Timnas Indonesia itu mengaku ketakutan melihat rekaman kejadian. Menurutnya, dalam rekaman ulang tersebut kejadiannya tampak lebih buruk daripada yang yang dia alami. Namun sosoknya bersyukur tidak mendapatkan dampak buruk.

“Setelah melihat rekamannya, saya kira bisa saja lebih buruk. Tapi saya bersyukur semuanya berakhir dengan baik,” imbuhnya.

Di akhir video, Emil Audero menyayangkan perbuatan kriminalitas yang dilakukan oleh oknum pendukung tim tamu, Inter Milan. Pemain 29 tahun itu berharap tidak ada kejadian seperti ini lagi di pertandingan sepak bola kedepannya. 

“Sangat disayangkan hal-hal seperti ini masih saja terjadi. Saya harap, kedepannya tidak ada kejadian seperti ini lagi,” tutupnya.

Sementara itu, pelaku yang melakukan tindakan tidak terpuji tersebut mengalami konsekuensi fisik yang berat. Ia mendapatkan luka parah dengan kehilangan tiga jarinya ketika hendak mengirim petasan untuk kalinya kedua.

Upaya pelaku untuk melempar petasan yang kedua berhasil digagalkan oleh petugas keamanan dan beberapa suporter lain yang berada di sekitarnya. Pelaku kemudian dilarikan ke rumah sakit sebelum diperiksa oleh pihak berwenang terkait tindakannya.

Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta mengutuk keras insiden yang dilakukan oleh oknum suporter klubnya. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai gerakan bodoh dan sangat mencoreng citra sepak bola terutama Inter Milan. Terlebih, setelah insiden ini akun Instagram klub pemuncak Serie A itu diserang Netizen Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *