
Nismedia.id - Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, akhirnya buka suara terkait manuver gila-gilaan timnya di bursa transfer paruh musim. Laskar Sambernyawa menjadi sorotan tajam setelah resmi mendatangkan 17 pemain baru untuk mengarungi sisa kompetisi Super League 2025/2026.
Keputusan ekstrem ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat, mengingat performa tim yang mengecewakan di putaran pertama. Sang juru taktik menegaskan bahwa perombakan total ini adalah kebutuhan mendesak demi menyelamatkan prestasi klub yang terpuruk.
Masalah Chemistry dan Zona Nyaman
Milo menyoroti minimnya chemistry antar pemain lama yang menyebabkan tim sulit meraih kemenangan. Sebagaimana dikutip nismedia.id dari BolaSport.com, ia menyebut atmosfer tim sebelumnya tidak kondusif dan para pemain terlalu lama terjebak di zona nyaman tanpa ada dorongan untuk bangkit.
Hal ini berdampak fatal pada statistik pertandingan, di mana Persis hanya mampu menang dua kali dalam 17 laga awal. Evaluasi menunjukkan bahwa tim tidak mampu menciptakan cukup peluang gol, sehingga penggantian pemain, termasuk seluruh legiun asing seperti Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka, menjadi solusi mutlak.
Apresiasi Adaptasi Pemain Asing
Di sisi lain, pelatih asal Bosnia-Herzegovina ini memberikan kredit khusus kepada para rekrutan anyar. Ia memuji profesionalisme pemain asing baru yang langsung siap tempur meski baru saja mendarat dari perjalanan jauh.
Berbeda dengan pengalaman sebelumnya di mana pemain Eropa butuh waktu adaptasi budaya dan cuaca, skuad baru ini menunjukkan mentalitas baja. Milo kagum karena mereka langsung ikut latihan dan bertanding tanpa mengeluh soal kelelahan atau perbedaan waktu.
Siap Hadapi Tekanan Publik
Menyadari bahwa keputusannya merombak skuad secara drastis menuai pro dan kontra, Milo menyatakan siap bertanggung jawab penuh. Ia paham bahwa posisi pelatih adalah yang paling rentan diserang ketika hasil tidak sesuai harapan.
Namun, ia optimis perjudian ini akan membuahkan hasil manis di lapangan. Dengan tambahan amunisi baru, termasuk kedatangan Febri Hariyadi, Pelatih Persis Solo yakin timnya tidak akan lagi bermain bertahan dan siap tampil lebih agresif untuk memburu kemenangan.






