Alasan Sumardji Tunjuk Kurniawan Dwi Yulianto Jadi Pelatih Timnas U-17

Alasan Sumardji Tunjuk Kurniawan Dwi Yulianto Jadi Pelatih Timnas U-17
Potret Sumardji. (laman: beritasatu.com)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, secara resmi membeberkan alasan utama di balik keputusan menunjuk Kurniawan Dwi Yulianto jadi pelatih Timnas U-17. Sosok legendaris sepak bola tanah air ini dipercaya menggantikan posisi Nova Arianto yang mendapatkan promosi untuk menangani Timnas U-20.

Penunjukan ini bukan tanpa dasar yang kuat, mengingat PSSI melihat rekam jejak impresif sang legenda di level internasional. Sumardji menegaskan bahwa pengalaman melatih di luar negeri menjadi faktor kunci mengapa Kurniawan Dwi Yulianto jadi pelatih Timnas U-17 untuk menghadapi target besar tahun ini.

Pengalaman Melatih di Eropa dan Asia

Salah satu pertimbangan utama BTN adalah jam terbang Kurniawan yang sudah teruji di berbagai kompetisi, baik di level klub maupun tim nasional. Ia tercatat pernah menjadi pelatih kepala di klub Malaysia, Sabah FC, dan menimba ilmu sebagai asisten pelatih di klub Italia, Como 1907.

Sumardji menilai kombinasi pengalaman internasional dan pemahaman kultur sepak bola lokal menjadi nilai tambah. Selain itu, keterlibatannya dalam staf kepelatihan Timnas Indonesia di ajang SEA Games hingga Asian Games membuatnya sudah terbiasa dengan sistem yang berjalan.

Beban Target Lolos Piala Dunia U-17

Tugas berat langsung menanti Kurniawan di kursi pelatih kepala. PSSI memberikan mandat tegas agar skuad Garuda Muda bisa lolos ke putaran final Piala Dunia U-17 2026 yang akan digelar di Qatar.

Seperti dikutip nismedia.id dari Bola.com, jalan menuju pentas dunia tersebut harus ditempuh melalui Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi pada bulan Mei mendatang. Timnas U-17 wajib lolos ke babak gugur untuk mengamankan tiket ke Piala Dunia, sebuah prestasi yang ingin diulang PSSI setelah debut bersejarah tahun lalu.

Sinergi dengan Direktur Teknik PSSI

Dalam menjalankan tugasnya, Kurniawan tidak akan bekerja sendirian. Ia akan didampingi oleh Dwi Prio Utomo sebagai asisten pelatih dan diwajibkan menjalin komunikasi intensif dengan Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers.

Hal ini dilakukan agar program pembinaan berjalan selaras antara keinginan pelatih dan kurikulum federasi. Fokus utama tim saat ini adalah mematangkan pemain kelahiran 2009, sementara talenta kelahiran 2010 akan diproyeksikan masuk ke skuad Garuda United di kompetisi Elite Pro Academy (EPA).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *