
Nismedia.id - Bek asing Persib Bandung, Federico Barba, menolak lempar handuk meski timnya kini tertinggal agregat gol yang cukup jauh dari lawan. Ia menegaskan bahwa peluang Maung Bandung untuk lolos ke babak perempat final masih terbuka lebar.
Menjelang laga hidup mati melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026), Barba menyerukan kebangkitan total. Pemain asal Italia ini percaya tuah kandang dan dukungan suporter akan menjadi pembeda dalam laga lanjutan AFC Champions League Two (ACL 2) tersebut.
Misi Sulit tapi Bukan Mustahil
Kekalahan telak 3-0 pada leg pertama di Thailand memang menjadi pukulan berat bagi skuad asuhan Bojan Hodak. Namun, Federico Barba enggan terbelenggu dengan hasil negatif tersebut dan memilih fokus menatap laga penentuan di Bandung.
“Saat kalah dengan skor 3-0, tidak banyak kata yang bisa disampaikan. Sekarang kami pulang membawa mentalitas bahwa semua masih bisa terjadi,” ujar Federico Barba sebagaimana dikutip nismedia.id dari BolaSport.com. Ia mengakui bahwa timnya melakukan banyak kesalahan di pertemuan pertama yang harus segera diperbaiki.
Tuah GBLA dan Dukungan Bobotoh
Optimisme Barba bukan tanpa alasan, mengingat Persib Bandung memiliki rekor kandang yang impresif musim ini. Maung Bandung tercatat belum terkalahkan saat bermain di hadapan pendukung sendiri pada ajang Super League maupun kompetisi Asia.
“Kami beruntung karena masih memiliki satu pertandingan lagi di kandang dan kami sangat kuat di sana,” tegas mantan pemain Como tersebut.
Oleh karena itu, ia menyerukan “panggilan perang” kepada seluruh bobotoh untuk memadati tribun stadion. Kehadiran suporter dinilai menjadi syarat mutlak untuk menciptakan keajaiban dan menghancurkan mental Ratchaburi FC di GBLA.
“Pertandingan kandang itu akan berbeda. Jadi kami masih percaya dan yakin bisa membalikkan keadaan,” pungkas Barba.






