
Nismedia.id - Pertandingan Serie A 2025-2026 antara AC Milan vs Como 1907 berakhir dengan skor imbang 1-1. Laga digelar di Stadio Giuseppe Meazza ini diwarnai dengan ketegangan dari kedua pelatih yaitu Massimiliano Allegri dan Cesc Fabregas.
Pertandingan 19 Februari dini hari ini menunjukkan permainan yang ketat dan saling bersaing dari kedua tim hingga akhir babak kedua. Hasil imbang 1-1 membuat kedua klub tetap berada dalam zona yang kompetitif di klasemen sementara Serie A 2025-2026.
Como membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-32 melalui Nico Paz. Pemain muda tersebut mencetak gol indah dengan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang tidak dapat dihentikan oleh penjaga gawang Milan. Gol ini menjadi yang ke-9 bagi Paz sepanjang musim ini.
AC Milan yang bermain di markas tampak tertekan setelah kebobolan namun tetap mempertahankan dominasi bola. Rossoneri menguasai 53 persen kepemilikan bola dibandingkan 47 persen yang dimiliki Como. Namun, tamu menunjukkan efisiensi yang lebih baik dalam setiap serangan yang mereka bangun.
Tekanan Milan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64 melalui Rafael Leao seperti yang dikutip Nismedia.id dari Instagram @acmilan. Winger Rossoneri berhasil menjebol gawang Como dengan tembakan kaki kanan yang kuat ke sudut atas gawang setelah mendapatkan umpan presisi dari Ardon Jashari dalam serangan balik cepat.
Kesempatan untuk meraih kemenangan masih terbuka bagi kedua belah pihak di babak kedua. Pada menit ke-70, Youssouf Fofana gagal mengubah peluang emas dengan header dari jarak dekat. Lima menit kemudian, Koni de Winter juga tidak berhasil menjebol gawang setelah mencoba tembakan dengan kaki kanan dari tengah kotak penalti.
Pertandingan tidak hanya menjadi sorotan karena aksi di lapangan, ketegangan antara pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri dan pelatih Como, Cesc Fabregas juga menjadi sorotan. Ketegangan tersebut sudah pernah muncul sebelumnya ketika Milan menang 3-1 atas Como di Stadio Sinigaglia pada 15 Januari silam.
Kekerasan suasana terjadi pada babak kedua ketika Fabregas tampaknya menarik atau mendorong winger Milan, Alexis Saelemaekers saat laga masih berlangsung. Aksi tersebut tidak terlihat oleh wasit maupun asistennya, namun menyebabkan reaksi marah dari Saelemaekers dan tim manajemen Como.
Kekacauan tersebut berlanjut dengan terjadinya pergantian kata-kata panas antara Allegri dan anggota staf tim Como. Akhirnya, wasit memberikan kartu merah kepada Allegri dan anggota staf Como yang terlibat dalam perkelahian. Allegri kemudian membalasnya dengan sindiran.
“Kalau begitu lain kali saya lihat seseorang berlari lewat saya, saya akan langsung melakukan sliding tackle,” ujarnya penuh emosi.
Setelah pertandingan berakhir, Fabregas langsung meminta maaf dan menyesali perbuatannya kepada Massimiliano Allegri dalam konferensi pers. Menurutnya, pelatih AC Milan bereaksi terlalu berlebihan.
“Saya minta maaf, itu hanya sentuhan kecil dan tanggapan Allegri terlalu berlebihan, tapi saya akui seharusnya tidak melakukannya. Itu adalah perilaku tidak sportif seperti yang dikatakan Cristian Chivu beberapa hari lalu. Kita harus menjaga tangan kita, terutama sebagai pelatih” ucap pemain mantan Arsenal dan Barcelona.
Tidak berhenti di sana, Berdasarkan laporan Sky Sport Italia dan DAZN Italia saat Allegri sedang menunggu giliran untuk menghadiri konferensi pers ketika bertemu dengan Fabregas. Kedua pelatih tersebut bertukar kata-kata yang tegang di luar pandangan kamera sebelum akhirnya berpisah.






