
Nismedia.id - Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, bereaksi keras terhadap tereksposnya insiden perkelahian antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni ke media. Arbeloa justru tidak menaruh amarah kepada kedua pemain yang terlibat keributan saat sesi latihan tersebut.
Mantan bek sayap tersebut malah memuji sikap profesional Valverde dan Tchouameni yang langsung berdamai usai insiden. Fokus kemarahan Arbeloa sepenuhnya tertuju pada sosok yang membocorkan rahasia internal skuad ke hadapan publik.
Bentuk Pengkhianatan Terhadap Klub
Dikutip nismedia.id dari Bola.com, sang pelatih menegaskan bahwa menjaga kerahasiaan ruang ganti adalah hal yang mutlak. Insiden antarpemain dinilai sebagai hal biasa yang menjadi besar hanya karena Valverde mengalami sedikit cedera.
“Apa yang terjadi di ruang ganti Real Madrid seharusnya tetap berada di ruang ganti Real Madrid. Itulah yang paling menyakitkan bagi saya,” kata Arbeloa.
Menurut Arbeloa, membocorkan dinamika internal ke publik merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan dan sangat mencederai kepercayaan tim.
“Saya ulangi lagi, membocorkan hal-hal yang terjadi di ruang ganti menurut saya adalah bentuk pengkhianatan dan ketidaksetiaan terhadap lambang klub ini,” tegasnya.
Misi Mencari Penyebar Informasi
Hingga kini, manajemen klub belum mengetahui identitas asli sang “mata-mata” di balik rentetan bocornya persoalan tim. Skuad kini disebut memiliki satu tujuan bersama untuk mencari tahu siapa dalang penyebar informasi tersebut.
“Tidak, saya tidak bekerja untuk CIA dan saya tidak menuduh pemain,” ucap Arbeloa.
Tereksposnya keributan ini menambah panjang daftar masalah tim ibu kota Spanyol itu, termasuk rumor ketidakpuasan terhadap Kylian Mbappe yang terus digoreng oleh media lokal.






