PSSI Belum Cabut Larangan Suporter Away, Tunggu Laporan Lengkap Kompetisi

PSSI Belum Cabut Larangan Suporter Away, Tunggu Laporan Lengkap Kompetisi
Potret Sekjen PSSI Yunus Nusi. (tempo.co)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa federasi hingga kini belum mencabut larangan kehadiran suporter away di kancah sepak bola nasional. Keputusan lebih lanjut terkait aturan ini masih menunggu evaluasi menyeluruh dari I.League selaku operator kompetisi.

Kebijakan tersebut dipertahankan sebagai langkah transformasi untuk memajukan sepak bola Merah Putih sesuai standar keamanan. Terlebih, masih ada insiden pelanggaran regulasi yang terjadi pada penghujung kompetisi musim ini.

Evaluasi Insiden Jayapura Dan Sleman

Dikutip nismedia.id dari Kompas.com, insiden kerusuhan pasca-laga Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC Banten dan nyala flare di laga PSS Sleman kontra Garudayaksa FC menjadi sorotan utama. Kejadian pada fase Championship tersebut akan menjadi bahan pertimbangan khusus bagi federasi.

“Yang jelas sampai dengan saat ini PSSI belum mencabut larangan tersebut dan kita minta kepada PT LIB untuk sesegera juga menyampaikan laporan tentang bagaimana perkembangan yang terjadi saat ini,” kata Yunus.

Yunus menambahkan bahwa laporan dari penyelenggara liga akan dipelajari dengan saksama oleh Ketua Umum dan jajaran petinggi federasi. Semua proses evaluasi ini dilakukan demi menjaga keselamatan seluruh pihak di dalam stadion.

“Kita lihat perkembangannya seperti apa, I.League juga menyampaikan laporan kepada PSSI dan tentu Ketua Umum juga Komite Eksekutif akan mengkaji itu apakah layak atau tidak,” tutur Yunus.

Laporan Berjenjang Kepada FIFA

Hasil akhir evaluasi mengenai aturan larangan suporter tamu ini tidak hanya dibahas secara internal. Seluruh dinamika dan perkembangan insiden di stadion akan dikoordinasikan secara resmi sebagai bentuk kepatuhan standar.

“PSSI juga akan menyampaikan kepada FIFA tentang perkembangan mulai dari A sampai Z kejadian, termasuk terakhir kejadian yang terjadi di Jayapura,” ungkap Yunus.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *