
Nismedia.id - Marcus Thuram membuat momen perayaan gelar Coppa Italia 2025-2026 bersama Inter Milan menjadi sangat istimewa dan penuh makna. Di tengah kegembiraan rekan setim dan pendukung, ia tampak mengenakan jersey
Pada bagian belakang kaos yang dikenakannya, tertulis jelas nama “Tikus” sebagai pengganti nama aslinya yang biasa tercetak di sana. Tulisan itu berwarna kontras dan terlihat sangat jelas, membuat banyak penonton serta penggemar sepak bola bertanya-tanya apa maksud dan arti dari nama yang cukup unik tersebut.
Tak sedikit yang awalnya merasa heran, bahkan ada yang mengira itu adalah nama panggilan lucu atau candaan sesama pemain saja. Namun, ternyata ada kisah panjang dan mendalam di balik pemakaian nama itu pada momen kemenangan yang bersejarah ini.
Nama tersebut bukan sekadar tulisan acak atau iseng, melainkan memiliki arti khusus yang sudah melekat pada diri pemain sejak ia masih kecil. Hal ini menjadi cara spesial baginya untuk berbagi kebahagiaan bersama orang-orang terdekatnya.
Seperti dikutip Nismedia.id dari akun Instagram resmi @thuram, pemakaian nama itu sengaja dilakukan sebagai bentuk penghormatan masa lalu. Tikus sebenarnya adalah nama panggilan akrab yang sudah digunakan keluarga dan teman dekatnya bertahun-tahun lamanya.
Nama ini terbentuk dari gabungan dan sedikit pergeseran bunyi dari nama depannya sendiri, yaitu Mar-cus, yang kemudian diplesetkan menjadi sebutan yang lebih akrab dan mudah diucapkan.
Sejak ia masih kanak-kanak, hampir semua orang di lingkungan terdekatnya sudah terbiasa memanggilnya dengan sebutan itu. Nama itu begitu melekat hingga menjadi identitas yang selalu mengingatkannya pada masa kecilnya.
Bagi Thuram, nama itu bukan sekadar panggilan, melainkan simbol kasih sayang dan keakraban yang tak tergantikan. Baginya, membawa nama itu saat merayakan kemenangan sama artinya membawa seluruh keluarganya ikut bergembira di sana.
Banyak rekan setimnya yang sebenarnya sudah sangat hafal dan biasa memanggilnya dengan nama tersebut di luar lapangan maupun saat latihan sehari-hari. Bagi mereka, sebutan itu sudah menjadi hal yang lumrah dan menunjukkan kedekatan hubungan antar sesama pemain.
Pemain berusia 28 tahun ini dikenal selalu tampil tenang dan berdedikasi tinggi di lapangan, namun peristiwa ini menunjukkan sisi lain kepribadiannya yang hangat. Ia ingin selalu mengingat siapa dirinya dan dari mana ia berasal, meski kini namanya sudah dikenal di seluruh dunia.
Kini, nama Tikus tak lagi hanya dikenal oleh keluarga dan teman dekatnya saja, melainkan sudah menjadi bagian dari sejarah kecil yang manis dalam perjalanan karir Marcus Thuram. Di setiap kemenangan dan keberhasilan yang ia raih ke depannya, kenangan ini akan selalu ada.






