
Nismedia.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI secara resmi mendesak Pemerintah dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mengevaluasi tata kelola kompetisi Liga Indonesia. Langkah tegas ini diambil menyusul maraknya insiden kericuhan antarsuporter yang kembali mencoreng wajah sepak bola nasional.
Pemerintah dan federasi dituntut segera mencari solusi konkret agar muruah olahraga Merah Putih tetap terjaga di mata dunia. Situasi ini dinilai sangat krusial di tengah upaya masif pembenahan sistem kompetisi pasca mendapat sorotan langsung dari federasi sepak bola internasional.
Sorotan Tajam Atas Kericuhan Suporter
DPR menyoroti sejumlah kasus perusakan fasilitas publik yang terjadi seusai pertandingan sepak bola baru-baru ini. Beberapa insiden fatal seperti kerusuhan di Jayapura hingga penyalaan flare di Sleman menjadi bukti lemahnya sistem keamanan stadion.
Seperti dikutip nismedia.id dari cnnindonesia.com, pihak legislatif mendorong adanya sanksi tegas bagi panitia penyelenggara maupun pihak terkait yang terbukti lalai. Pengawasan ketat mutlak diperlukan agar kompetisi bisa berjalan secara profesional dan kondusif bagi semua pihak.
Dorongan Mewujudkan Sepak Bola Beradab
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, turut memberikan pandangannya terkait pentingnya edukasi bagi kelompok suporter. Ia menginginkan agar antusiasme tinggi para pendukung bisa disalurkan menjadi sebuah dukungan yang produktif demi kemajuan prestasi.
“Energi besar suporter dan generasi muda harus diarahkan menjadi kekuatan positif untuk membangun sepak bola nasional yang berprestasi, berbudaya, dan berkeadaban,”
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI lainnya, Lalu Hadrian Irfani, juga menegaskan pentingnya perbaikan secara menyeluruh. Pemerintah diharapkan mengambil langkah berani jika federasi dinilai tak mampu menangani permasalahan klasik yang terus berulang.
“DPR mendorong evaluasi total terhadap pengelolaan sepak bola apabila dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan yang terus berulang,”






