
Nismedia.id - Ribuan Bobotoh memadati kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, untuk mengikuti Pawai Persib Juara pada Minggu (24/5/2026) pagi WIB. Perayaan meriah ini digelar setelah Maung Bandung memastikan diri menjadi kampiun BRI Super League 2025/2026.
Lautan manusia beratribut biru putih melumpuhkan arus lalu lintas dari Jalan Merdeka, Jalan Naripan, hingga Jalan Braga. Keberhasilan mempertahankan gelar juara ini disambut sukacita setelah seluruh anggota tim berjuang maksimal di lapangan.
Perjuangan Dan Pengorbanan Suporter Di Asia Afrika
Kondisi jalanan yang padat membuat suasana pusat Kota Kembang lumpuh total sejak pagi hari. Seperti dikutip nismedia.id dari jpnn.com, membludaknya massa bahkan mengakibatkan beberapa pendukung pingsan di sekitar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Asia Afrika karena berdesakan.
Salah seorang pendukung setia, Yoga (31), rela berjalan kaki dari kawasan Tegalega demi menyaksikan pahlawan lapangan hijau mereka secara langsung. Ia mengaku tetap percaya sejak awal musim bahwa tim kebanggaannya akan kembali naik takhta.
“Ya awalnya pesimis tapi saya yakin pasti bakal juara,” ucap Yoga.
Cerita lain datang dari Andre (30) yang nekat menerjang banjir bersama lima anggota keluarganya dari Rancamanyar, Kabupaten Bandung. Ia mengaku sempat terjebak macet total sejak subuh demi bisa melihat iring-iringan bus pemain dari dekat.
Catatan Sejarah Dan Warisan Generasi Pangeran Biru
Keberhasilan meraih trofi kasta tertinggi musim ini menobatkan Pangeran Biru sebagai satu-satunya tim Indonesia yang sukses mencetak hattrick juara. Prestasi monumental ini dianggap sebagai warisan berharga bagi generasi muda di Bandung Raya.
Suporter lainnya, Dikdik, sengaja mengajak anak dan istrinya sejak subuh menggunakan sepeda motor untuk merayakan pencapaian langka tersebut. Baginya, mendukung tim lokal adalah identitas penting yang harus diturunkan kepada buah hatinya.
“Persib itu warisan, saya mau ngewarisin ke anak saya. Saya nunggu 19 tahun buat Persib juara. Anak saya yang masih kecil udah tiga kali,” tutur Dikdik.
Kemeriahan pesta rakyat ini menjadi bukti sahih betapa besarnya cinta masyarakat Jawa Barat terhadap klub sepak bola kebanggaan mereka. Perayaan ini sekaligus menutup musim kompetisi dengan catatan tinta emas yang bersejarah.






