
Nismedia.id - Badan pembuat aturan sepak bola dunia, International Football Association Board (IFAB), resmi menyetujui perluasan protokol Video Assistant Referee. Regulasi ketat ini disahkan sebagai Aturan Baru Piala Dunia 2026 yang mulai berlaku menjelang laga pembuka turnamen.
Langkah progresif ini diambil untuk meningkatkan tempo permainan dan memangkas durasi laga yang terbuang secara sengaja. Seluruh tim peserta kini dituntut beradaptasi cepat agar terhindar dari sanksi kartu selama pertandingan.
Kewenangan VAR Dalam Aturan Baru Piala Dunia 2026
IFAB memberikan keleluasaan bagi VAR untuk meninjau pelanggaran sebelum situasi bola mati seperti sepak pojok dilakukan. Peninjauan ini berlaku jika insiden tersebut berdampak langsung pada terciptanya gol atau keputusan disipliner.
Selain itu, teknologi ini juga dapat mengoreksi kesalahan identitas pemain yang dihukum kartu oleh wasit utama. Keputusan akhir di lapangan tetap berada di tangan sang pengadil, dikutip nismedia.id dari Bola.net.
Rincian Regulasi Ketat Terkait Batasan Waktu
Fokus utama dari perubahan ini adalah meminimalisasi taktik mengulur waktu dalam sepak bola modern. Wasit kini dibekali hitungan mundur visual untuk mendisiplinkan pemain yang sengaja memperlambat tempo laga.
Penerapan sanksi tegas ini diprediksi akan mengubah kebiasaan buruk para pemain di lapangan. Berikut adalah poin penting perubahan regulasi tersebut:
- Pembatasan lemparan ke dalam dan tendangan gawang: Wasit menerapkan hitungan mundur lima detik, jika melanggar bola diberikan kepada lawan atau dihukum tendangan sudut.
- Pergantian pemain dibatasi waktu: Pemain wajib keluar dalam waktu 10 detik atau pemain pengganti harus menunggu satu menit untuk masuk ke lapangan.
- Penanganan cedera: Pemain yang mendapat perawatan wajib keluar lapangan dan menunggu selama satu menit setelah laga dimulai kembali.
- Aturan menutupi mulut: Pemain yang menutup mulut secara agresif ke arah lawan atau wasit langsung menerima kartu merah.






