
Nismedia.id - Keputusan kontroversial Wasit Adham Makhadmeh dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Republik Demokratik Kongo memicu kemarahan publik. Pengadil asal Yordania tersebut menjadi sorotan setelah menolak penalti Harry Kane.
Insiden terjadi saat Kane terjatuh usai berbenturan dengan kiper lawan. Sang pengadil tetap bergeming meski telah meninjau ulang tayangan lewat monitor video assistant referee.
Kritik Tajam Legenda Inggris Terhadap Wasit Adham Makhadmeh
Keputusan kontroversial itu langsung memicu gelombang protes keras dari para pengamat sepak bola. Legenda Inggris, Alan Shearer menilai benturan tersebut jelas merupakan sebuah pelanggaran keras di kotak terlarang.
“Ada kontak fisik, tidak diragukan lagi. Bagi saya, ini jelas penalti,” kata Shearer.
Mantan penyerang Inggris, Michael Owen juga melayangkan kritik tajam. Berita mengenai jalannya pertandingan internasional ini dikutip nismedia.id dari BolaSport.com.
“Jika ini bukan penalti untuk Kane, maka saya tidak tahu apa itu penalti,” tulis Owen.
Rekam Jejak Sang Pengadil Bersama Pasukan Merah Putih
Bagi pencinta sepak bola nasional, sosok pengadil ini sudah tidak asing lagi. Kehadirannya merupakan bagian program peningkatan mutu kompetisi yang berjalan di tanah air.
Ia tercatat pernah memimpin laga saat tim nasional Indonesia berjuang maksimal di kualifikasi dunia. Kala itu, pasukan Merah Putih menahan imbang Arab Saudi dengan skor satu sama.
Selain level internasional, ia juga sempat dipercaya mengawal empat pertandingan penting pada kompetisi Liga 1:
- Semen Padang melawan Borneo FC
- Barito Putera kontra Madura United
- PSS Sleman menghadapi Persik Kediri
- Persib Bandung melawan Arema FC






