
Nismedia.id - Pelatih Timnas Portugal, Roberto Martinez secara resmi mengumumkan bahwa pertandingan melawan Spanyol menjadi tugas terakhirnya memimpin skuad Selecao das Quinas. Pernyataan ini menambah jajaran pelatih setelah kegagalan membawa tim juara Piala Dunia 2026.
Keputusan ini menjadi sorotan utama di kalangan penggemar sepakbola Portugal maupun pengamat olahraga dunia. Martinez telah memegang kendali tim nasional sejak September 2022, menggantikan peran Fernando Santos yang keluar setelah Piala Dunia 2022.
Selama tiga setengah tahun masa tugasnya, Roberto Martinez berhasil mencatatkan sejumlah prestasi yang belum pernah diraih pelatih sebelumnya. Ia membawa Portugal menjuarai UEFA Nations League serta memecahkan berbagai rekor pertandingan dan kemenangan tim nasional.
Dikutip Nismedia.id dari laman resmi Federasi Sepak Bola Portugal di fpf.pt, pengumuman resmi ini disampaikan secara terbuka di hadapan awak media. Pelatih berusia 61 tahun itu menyampaikan perasaan tulus dan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kepadanya.
“Memang benar ini adalah pertandingan terakhir saya bersama Timnas Portugal. Pertama, berterima kasih kepada rakyat Portugal karena ini adalah periode yang luar biasa, sumber kebanggaan yang tak terlukiskan. Kedua, saya ingin berterima kasih kepada para pemain atas kerja keras mereka. Begitu banyak talenta dan komitmen untuk menjadi sebuah tim,” ujar Martinez.
Ia juga menyoroti dukungan luar biasa yang selalu diberikan oleh seluruh elemen masyarakat sepak bola di negara tersebut. Mantan pelatih Timnas Portugal tersebut menyebut akan membawa seluruh kenangan indah bersamanya.
“Kekuatan, energi para penggemar, seluruh penduduk. Terima kasih untuk itu. Saya membawa kenangan seumur hidup,” tambahnya dengan nada haru.
Roberto Martinez menjelaskan bahwa memiliki pemain berbakat saja tidak cukup untuk membangun tim yang tangguh dan berprestasi. Mengingat Timnas merupakan sebuah tim yang memerlukan kerjasama.
“Sangat mudah untuk memiliki pemain bagus di Tim Nasional karena mereka adalah yang terbaik, tetapi yang penting adalah membentuk sebuah tim. Ini adalah 45 pertandingan, angka terbaik dalam sejarah Portugal. Dan itulah komitmen para pemain,” terangnya.
Ia juga tak lupa menyampaikan apresiasi kepada Federasi Sepak Bola Portugal serta seluruh staf pelatih yang bekerja bersamanya. Pelatih ini juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Presiden FPF Pedro Proença atas dukungan penuh yang diberikan selama masa tugasnya.
“Saya ingin berterima kasih kepada Federasi yang sejak hari pertama menunjukkan tingkat profesionalisme yang luar biasa. Wajar jika Bapak Pedro Proença dapat memilih pelatihnya. Saya berterima kasih atas semua dukungan,” tegasnya.
Mengenai hasil pertandingan terakhir melawan Spanyol, Roberto Martinez mengaku kecewa namun bangga dengan penampilan anak asuhnya. Dimana penampilan Portugal di di babak 16 besar Piala Dunia 2026 ini tampil agresif dan bertahan dengan baik.
“Pertama-tama, kami mengakhiri pertandingan dengan sedih. Ini bukan hasil yang kami inginkan. Lawan adalah salah satu favorit, tetapi itu tidak menghentikan apa yang ingin kami lakukan. Kami berani dalam bertahan, agresif, kami bertahan dengan sangat baik,” tutupnya.






