Kritik Pelatih Timnas Mesir Terhadap FIFA Usai Laga Kontra Argentina

Kritik Pelatih Timnas Mesir Terhadap FIFA Usai Laga Kontra Argentina
Konferensi pers timnas mesir usai laga kontra argentina. (soccerdownhere.net)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Kritik Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, memicu kontroversi besar setelah menuding FIFA sengaja mengatur kelolosan tim nasional Argentina demi keuntungan finansial. Pernyataan pedas ini disampaikan pasca kekalahan dramatis skuadnya di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Hassan menilai kepemimpinan wasit sangat berat sebelah dan menguntungkan Lionel Messi serta kolega sepanjang pertandingan. Akibatnya, langkah timnya terhenti usai takluk lewat drama kebangkitan lawan pada paruh kedua.

Kekecewaan Mendalam Atas Kepemimpinan Wasit Di Lapangan

Jalannya pertandingan dinilai menyisakan banyak keputusan kontroversial yang merugikan kubu perwakilan Afrika tersebut. Berita ini dikutip nismedia.id dari Bola.net yang menyoroti penganuliran gol Mostafa Ziko lewat video assistant referee.

Selain itu, keputusan penalti pada babak pertama juga dianggap sangat diperdebatkan meski akhirnya gagal berbuah gol. Hassan mengklaim rentetan kejadian tersebut mengubah jalannya laga yang berakhir dengan kekalahan timnya setelah sempat unggul dua gol lewat skema counter attack.

“Di sepak bola, banyak hal yang bisa terjadi di dalam maupun di luar lapangan. Namun pertandingan tadi sangatlah tidak adil bagi kami,” ujar Hassan.

Kritik Pelatih Timnas Mesir Mengenai Motivasi Keuntungan FIFA

Mantan pemain legendaris tersebut secara terbuka menyebut ada motif bisnis besar di balik bertahannya sang juara bertahan. Kehadiran bintang dunia di fase krusial diyakini mendatangkan keuntungan luar biasa bagi federasi internasional.

“Saya rasa ini semua ada hubungannya dengan uang. Mereka ingin Messi bisa terus bermain hingga akhir turnamen ini,” tegas Hassan.

Kekalahan menyakitkan ini membuat skuad asuhannya resmi tersingkir dari turnamen akbar empat tahunan tersebut. Sementara itu, kubu lawan dipastikan melaju ke babak delapan besar untuk menantang Swiss.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *