Adhyaksa dan PSM Masuk Daftar Klub Indonesia yang Kena Sanksi Transfer dari FIFA

Adhyaksa dan PSM Masuk Daftar Klub Indonesia yang Kena Sanksi Transfer dari FIFA
Potret PSM yang mendapat sanksi dari FIFA (Instagram: @psm_makassar)
Promo Allegiant

Nismedia.id - FIFA kembali memperbarui daftar klub yang dikenakan larangan pendaftaran pemain baru secara resmi. Beberapa nama besar seperti PSM Makassar dan Adhyaksa yang baru saja promosi ke Liga 1 Indonesia pun terjerat sanksi tersebut.

Sanksi registration ban ini berlaku untuk jangka waktu tertentu. Pembatasan ini juga berlaku untuk pemain amatir maupun profesional hingga kewajiban yang mendasari sanksi selesai diselesaikan sepenuhnya.

Kabar terbaru menyebutkan ada dua klub yang kembali diperpanjang atau baru saja dimasukkan ke dalam daftar sanksi dengan durasi cukup lama. Kedua klub tersebut adalah Adhyaksa dan PSM Makassar yang sama-sama dikenakan larangan mendaftarkan pemain selama tiga periode berturut-turut.

Dikutip Nismedia.id dari akun Instagram @pengamatsepakbola, terdapat delapan klub sepak bola Indonesia yang masih berstatus terkena sanksi larangan pendaftaran pemain dari FIFA.

Kedelapan klub yang masih tercatat dalam daftar sanksi adalah PSM Makassar, Adhyaksa, PSBS Biak, Semen Padang, PSIS Semarang, Persib Bandung, Kalteng Putra, dan Persiwa Wamena. Belum ada informasi resmi mengenai kapan sanksi bagi klub-klub tersebut akan dicabut secara keseluruhan.

Adhyaksa mendapatkan sanksi tiga periode itu mulai berlaku sejak 6 Juli 2026 dan membuat rencana tim promosi ini terganggu parah. Padahal, klub yang berencana bermarkas di Kalimantan Tengah ini sedang menyusun skuad untuk tampil perdana di Super League musim depan.

Sementara itu, PSM Makassar tercatat berulang kali masuk daftar sanksi dalam waktu yang relatif berdekatan. Masalah yang mendasari keputusan ini umumnya berhubungan dengan tunggakan pembayaran kompensasi yang telah diselesaikan di jalur hukum.

Persib Bandung juga mendapatkan sanksi yang berlaku sejak akhir Mei 2026 belum dicabut hingga kini. Masalah yang dihadapi Persib berawal dari sengketa kontrak dengan mantan pemainnya sehingga belum bisa mendaftarkan pemain baru yang telah direkrut .

PSBS Biak, Semen Padang, dan PSIS Semarang masih harus menunggu kepastian setelah menyelesaikan perselisihan yang menjadi dasar hukuman tersebut. Belum ada pengumuman resmi dari pihak klub maupun FIFA mengenai pelunasan kewajiban yang harus dipenuhi.

Sementara itu, Kalteng Putra dan Persiwa Wamena masih tercatat berstatus terhukum meski sebagian besar waktu berjalan di luar kompetisi utama. Kedua klub ini harus memastikan seluruh urusan keuangan dengan pihak ketiga tuntas sebelum bisa kembali beraktivitas penuh di jendela transfer.

Aturan FIFA menegaskan bahwa larangan ini baru akan dicabut setelah klub membayar seluruh kewajiban yang menjadi beban utamanya. Jika tidak segera diselesaikan, sanksi berpotensi diperpanjang hingga masalah yang bersangkutan benar-benar selesai secara hukum.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *