
Nismedia.id - Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, resmi mengambil langkah besar untuk memperkuat industri olahraga nasional. Langkah ini direalisasikan melalui pelantikan dua pejabat pimpinan tinggi madya baru di lingkungan kementerian demi mendongkrak prestasi para atlet.
Penyegaran organisasi ini diharapkan mampu membawa tata kelola instansi ke level yang lebih tinggi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui penguatan ini, para atlet Merah Putih diharapkan dapat berjuang maksimal di kancah internasional.
Transformasi Industri Olahraga Nasional Menjadi Investasi Strategis
Penataan struktur ini secara khusus menyasar perubahan persepsi instansi dari yang semula dianggap sebagai cost center menjadi sebuah investasi masa depan. Dikutip nismedia.id dari Bola.com, Thohir menginginkan adanya nilai ekonomi baru yang dihasilkan dari ekosistem ini.
Sektor olahraga kini tidak hanya bertumpu pada alokasi anggaran, melainkan didorong untuk mandiri menciptakan pendapatan. Sektor penunjang seperti sport industry dan sport tourism dinilai memiliki potensi raksasa yang belum tergarap optimal.
“Olahraga juga sama, kalau kita bicara prestasi itu national branding dan yang mengibarkan bendera itu adalah para atlet,” tutur Thohir.
Tugas Berat Pejabat Baru Kementerian Pemuda Dan Olahraga
Untuk mengeksekusi visi tersebut, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Suyadi Pawiro, dan Deputi Pengembangan Industri Olahraga, Teuku Arlan Perkasa Lukman, resmi mengemban amanah baru. Keduanya dipilih melalui proses seleksi ketat untuk memastikan program berjalan secara impactful.
Pemimpin federasi sepak bola tersebut menitipkan pesan penting agar seluruh program kerja yang dirancang dapat langsung dirasakan manfaatnya secara luas. Output kerja yang konkret menjadi tuntutan utama bagi kedua pejabat yang baru dilantik tersebut.
“Saya titipkan amanah kepada Pak Ses dan Pak Deputi untuk memastikan seluruh program kami jalankan yang outputnya terasa kepada atlet, pemuda, dan masyarakat,” ucap Thohir.






