
Nismedia.id - Performa memukau ditunjukkan oleh Veda Ega Pratama di Moto3 Jerman akhir pekan lalu. Hasil apik ini membuat namanya menjadi pusat perhatian pengamat otomotif dunia.
Skuad Merah Putih patut bangga karena perwakilan mereka mampu berjuang maksimal di Sirkuit Sachsenring. Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama sukses mengamankan posisi finis delapan besar meski mengawali balapan dari urutan ke-13.
Keberhasilan Veda Ega Pratama Di Moto3 Jerman Mengalahkan Rival
Aksi memukau sang rider membuat posisinya melesat naik melewati barisan pembalap top dunia. Seperti dikutip nismedia.id dari Bolasport.com, dirinya sukses memenangi duel ketat melawan Pembalap Malaysia, Hakim Danish.
Kegagalan Danish mempertahankan posisi depan mendapat sorotan tajam dari sang mentor. Legenda MotoGP Malaysia, Zulfahmi Khairuddin menyayangkan penurunan ritme anak asuhnya akibat kendala teknis pada komponen motor.
“Tentu saja, finis di posisi ke-12 bukanlah target kami, namun saya melihat hasil ini sebagai bagian dari proses pembelajaran Hakim,” kata Zulfahmi.
Kendala Teknis Getaran Motor Di Lintas Sachsenring
Masalah getaran atau chatter pada bagian roda depan menjadi penyebab utama melorotnya posisi pembalap Negeri Jiran tersebut. Kendala ini membuat tingkat kepercayaan diri sang pembalap menurun drastis.
Pihak mekanik akan memanfaatkan waktu jeda guna meningkatkan kualitas performa kendaraan menghadapi paruh musim kedua. Evaluasi menyeluruh segera dilakukan demi hasil optimal pada kompetisi mendatang.
“Mulai dari FP1 hingga sesi latihan dan FP2, Hakim terkendala masalah getaran (chatter) pada bagian depan motor, yang memengaruhi kepercayaan dirinya saat membalap,” imbuhnya.






