
Nismedia.id - Presiden La Liga, Javier Tebas, melontarkan kritik keras dan menyuarakan desakan agar Presiden FIFA Gianni Infantino segera mengundurkan diri dari jabatannya. Langkah mendasar tersebut diambil menyusul maraknya berbagai kontroversi yang mencoreng gelaran Piala Dunia 2026.
Tebas menilai kepemimpinan orang nomor satu di badan sepak bola dunia tersebut telah membawa arah organisasi ke jalur yang keliru. Berbagai kebijakan baru yang diterapkan sepanjang turnamen dianggap merusak kredibilitas kompetisi secara keseluruhan.
Kebijakan Kontroversial dan Kritik Kepada Presiden FIFA Gianni Infantino
Bos kompetisi kasta tertinggi Spanyol itu menyoroti beberapa keputusan tidak biasa, mulai dari jeda hidrasi hingga perpanjangan durasi half-time pada laga final. Selain itu, wacana penambahan kontestan turnamen menjadi 64 peserta turut menjadi sasaran kritik pedasnya.
Pria berusia 62 tahun itu menegaskan bahwa manuver serta regulasi yang diputuskan selama ini memberikan dampak yang sangat buruk bagi perkembangan industri sepak bola global. Menurutnya, kegagalan dalam menjaga stabilitas aturan dapat mencederai nilai sportivitas.
“Menurut pendapat saya, ya, saya pikir waktunya sudah habis,” ujar Tebas.
Kasus Intervensi Politik dan Sikap Pasif Tokoh Sepak Bola
Selain masalah teknis pertandingan, pimpinan La Liga tersebut memprotes keras penundaan sanksi penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan lolosnya sang pemain dari hukuman skorsing di babak 16 besar disinyalir mendapat intervensi politik dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Informasi mengenai kecaman keras terhadap orang nomor satu di federasi dunia ini sebagaimana dikutip nismedia.id dari Bola.net sekaligus memaparkan situasi kekecewaan banyak pihak di balik layar.
“Saya tidak tahu mana yang lebih buruk, diam atau keterlibatan, karena mereka yang tetap diam sangat menyadari kerusakan yang diderita sepak bola,” kata Tebas.






