
Nismedia.id - Timnas Spanyol terancam kehilangan sebagian pendapatan usai pemerintah Amerika Serikat berencana memotong pajak hadiah Piala Dunia 2026 sebesar 30 persen. Skuad La Roja baru saja meraih trofi juara usai menundukkan Argentina 1-0 pada laga final di Stadion New York New Jersey.
Gelar kedua dalam sejarah sepak bola Spanyol tersebut sejatinya memberikan hadiah kemenangan sebesar 50 juta dolar AS atau sekitar Rp895 miliar. Namun, potongan pajak federal AS membuat total hadiah yang dibawa pulang terancam berkurang drastis.
Potongan Pajak Hadiah Piala Dunia 2026 Tuai Kritik Politikus AS
Aturan potongan pajak federal hingga 30 persen bagi atlet asing non-residen tersebut menuai gelombang penolakan di dalam negeri AS. Kebijakan lembaga IRS dinilai berpotensi merusak citra AS sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional.
Anggota Kongres dari Partai Republik, Tim Burchett, mengecam keras pemberlakuan tarif tersebut kepada tim juara. Informasi mengenai penolakan dari para pejabat ini dikutip nismedia.id dari Kompas.com.
“Saya rasa ini penipuan. Kita ingin mendorong orang-orang ini untuk datang ke sini dan membelanjakan uang mereka, lalu kita mengambil sebagian besar darinya,” kata Burchett kepada Fox News Digital.
Ancaman Citra Tuan Rumah Dan Evaluasi Sistem Pajak
Kritik serupa disampaikan oleh Anggota DPR dari Partai Republik, Burgess Owens. Mantan pemain NFL itu menilai pemotongan bernilai fantastis tersebut sangat memberatkan para atlet yang berjuang di lapangan.
“Saya pikir ini akan menjadi perubahan besar bagi banyak anak-anak kita. Jadi, saya ingin mengucapkan selamat kepada presiden dan semua orang yang mewujudkan hal ini,” ujar Owens.
“Sayangnya, memang begitulah kenyataannya di negara kita yang penuh pajak ini,” lanjutnya.






