
Nismedia.id - Manajemen Persija Jakarta akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait sanksi Shin Tae-yong yang dijatuhkan oleh Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Pelatih berusia 55 tahun tersebut dihukum larangan beraktivitas di sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun akibat dugaan pelanggaran indisipliner saat melatih Ulsan HD.
Masa kepemimpinan juru taktik tersebut di Ulsan HD memang hanya bertahan 65 hari sebelum diberhentikan akibat berbagai insiden internal. Sanksi berat dari KFA ini mendadak mencuri perhatian publik, khususnya para pendukung setia Macan Kemayoran.
Sikap Resmi Persija Menyikapi Sanksi Shin Tae-yong
Menanggapi situasi yang kian memanas di media massa, manajemen tim berjuluk Macan Kemayoran menegaskan komitmen mereka untuk tetap menghormati otoritas tertinggi sepak bola Korea Selatan. Pihak klub memastikan akan mengikuti seluruh prosedur yang berlaku sambil terus memantau perkembangan informasi.
“Persija menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh Korea Football Association (KFA) terkait situasi yang berkembang saat ini,” ujar pernyataan resmi klub sebagaimana dikutip nismedia.id dari BolaSport.com.
Meski menghargai keputusan KFA, manajemen Persija menegaskan tidak akan terburu-buru mengambil keputusan terkait masa depan sang head coach. Manajemen memilih mengkaji berbagai aspek secara mendalam sebelum mengambil langkah definitif.
Kelanjutan Karier Di Indonesia Dan Rencana Banding
Persija memastikan komunikasi intensif dengan seluruh pihak terkait, termasuk dengan sang pelatih kepala, terus berjalan dengan lancar. Manajemen berjanji akan memberikan pembaruan informasi secara terbuka kepada publik dan suporter, The Jakmania, melalui saluran resmi klub.
“Persija akan terus memantau perkembangan, menjalin komunikasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait, serta mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan situasi ini sebelum mengambil keputusan resmi.”
Secara teknis yuridis, sanksi yang dikeluarkan oleh KFA hanya berlaku di wilayah hukum sepak bola Korea Selatan, sehingga posisi sang pelatih di Indonesia tidak terganggu secara langsung. Di sisi lain, mantan juru taktik Timnas Indonesia itu dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi untuk mengajukan banding resmi atas keputusan tersebut.






