
Nismedia.id - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) resmi menetapkan bahwa kontingen Indonesia di Asian Games 2026 akan menerjunkan sebanyak 432 atlet terbaik. Para atlet dari 35 cabang olahraga tersebut siap berjuang maksimal membawa nama Merah Putih pada ajang bergengsi di Aichi-Nagoya, Jepang.
Selain ratusan atlet, rombongan juga diperkuat oleh 148 pelatih dan ofisial serta 32 personel tim pendukung. Seluruh anggota tim nasional telah melewati tahapan evaluasi ketat yang dilakukan bersama tim review Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Optimisme NOC Indonesia untuk Kontingen Indonesia di Asian Games 2026
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari menegaskan bahwa seluruh atlet berangkat dengan kepercayaan diri tinggi. Pihaknya optimistis tren positif prestasi olahraga nasional dapat terus terjaga di panggung Asia.
Okto menyebutkan bahwa partisipasi kali ini bukan hanya ajang adu gengsi semata, melainkan bukti nyata perkembangan pembinaan olahraga nasional.
“Seluruh atlet yang berangkat telah melalui proses seleksi dan persiapan yang maksimal. Kini saatnya mereka tampil percaya diri, memberikan yang terbaik, dan mengharumkan nama Indonesia,” kata Okto.
Skema Pendanaan Mandiri Tiga Cabang Olahraga
Pada ajang multi-event kali ini, terdapat tiga cabor yang bertanding menggunakan skema pendanaan mandiri tanpa sokongan APBN. Tiga cabor tersebut meliputi tinju, anggar, dan tenis meja.
Sebagaimana dikutip nismedia.id dari BolaSport.com, tiga federasi tersebut menghimpun dana secara mandiri dengan menggaet mitra swasta demi membawa lambang Garuda di dada. Meski begitu, NOC Indonesia menegaskan tidak ada perbedaan target prestasi maupun perlakuan layanan operasional.
“Ketika mereka resmi menjadi bagian dari Tim Indonesia, maka tanggung jawabnya sama, yaitu memberikan penampilan terbaik dan berjuang meraih medali untuk Indonesia,” tegas Okto.
Dukungan Kemenpora dan Kesiapan Pelayanan Atlet
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat kolaborasi dan kebersamaan seluruh federasi cabor. Ia menekankan bahwa seleksi dilakukan secara profesional untuk memastikan kesiapan atlet.
“Adanya cabang olahraga yang berangkat dengan skema pendanaan mandiri ini adalah bukti semangat kolaborasi, yang menunjukkan bahwa membangun prestasi olahraga adalah tanggung jawab bersama,” kata Erick.
Senada dengan hal tersebut, Chef de Mission (CdM), Todotua Pasaribu memastikan kesiapan jajarannya dalam memberikan pelayanan optimal bagi seluruh rombongan atlet sejak persiapan hingga kepulangan.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa melayani atlet supaya dapat meraih prestasi terbaik di Asian Games 2026 nanti,” tutur Todotua.






