
Nismedia.id - Leicester City, klub yang menjuarai Premier League musim 2015-2016, kini berada di titik balik yang mengejutkan. Pemilik klub asal Thailand, keluarga Srivaddhanaprabha dikabarkan berniat melepas kepemilikan The Foxes ke pihak lain.
Awalnya, nilai yang dipasang mencapai 300 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan lebih dari Rp5,3 triliun. Angka tersebut mencerminkan nilai historis serta aset yang dimiliki klub, mulai dari stadion, fasilitas latihan, hingga sistem pembinaan pemain muda.
Dikutip Nismedia.id dari media The Athletic, prestasi tim yang terus menurun disertai laporan keuangan yang mencatatkan kerugian berturut-turut membuat nilai jual Leicester City turun tajam. Diperkirakan klub tersebut kini akan terjual dengan harga kurang dari 200 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,6 triliun.
Keluarga Srivaddhanaprabha selaku pemilik telah mengelola Leicester City selama lebih dari satu dekade dan membawa klub mencapai puncak kesuksesan yang tak terbayangkan sebelumnya. Investasi besar-besaran dilakukan untuk membangun stadion, pusat latihan, serta memperkuat skuad pemain. Namun hasil yang dicapai dalam beberapa musim terakhir tidak sebanding dengan dana yang telah dikeluarkan.
Dalam beberapa musim terakhir, Leicester City harus menelan pahitnya penurunan kasta dari liga utama Inggris hingga kini berada di tingkat ketiga kompetisi. Penurunan prestasi ini disertai pelanggaran aturan keuangan yang berujung pada pengurangan poin dan sanksi lainnya.
Berbagai pihak telah mendeklarasikan ketertarikan untuk mengakuisisi klub, meskipun belum ada kesepakatan resmi yang ditandatangani. Proses negosiasi dikabarkan masih berjalan dan kemungkinan baru akan menemukan titik terang pada akhir tahun ini. Pihak penasihat keuangan yang ditunjuk turut menjelaskan bahwa negosiasi memerlukan waktu agar semua aspek dapat dikaji secara menyeluruh.
Penurunan harga hingga sepertiga dari perkiraan awal menjadi bukti nyata betapa beratnya beban yang ditanggung klub saat ini. Calon pemilik tidak hanya diminta menyediakan dana pembelian, melainkan juga menyiapkan modal tambahan guna memperbaiki struktur keuangan dan membawa tim kembali ke jalur kemenangan. Tanpa suntikan dana yang cukup besar, jalan menuju pemulihan akan terasa sangat sulit.
Banyak penggemar yang berharap perubahan kepemilikan ini membawa angin segar bagi masa depan klub yang sempat menjadi kebanggaan semua orang. Mereka menyadari bahwa perjalanan kembali ke puncak memerlukan waktu, kesabaran, serta manajemen yang kokoh.
Pihak pengurus klub belum memberikan pernyataan resmi terkait proses penjualan yang sedang berjalan. Namun informasi yang beredar menyebutkan bahwa keputusan akhir akan diumumkan setelah adanya kesepakatan yang mengikat antar kedua belah pihak.






