
Nismedia.id - I.League secara resmi meluncurkan anak perusahaan baru bernama PT Liga Utama Indonesia guna mengelola kompetisi Championship. Badan usaha baru ini dibentuk untuk memisahkan tata kelola serta entitas bisnis antara kompetisi kasta tertinggi dengan kasta kedua sepak bola nasional.
Keputusan strategis tersebut disepakati melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dihadiri perwakilan klub di Jakarta, Senin (24/8/2026). Langkah pembentukan operator independen ini sekaligus menindaklanjuti amanat hasil Kongres PSSI yang telah dirancang sejak tahun lalu.
Struktur Kepemilikan Saham PT Liga Utama Indonesia
Struktur kepemilikan modal badan usaha baru ini melibatkan 21 pemegang saham yang terdiri dari 20 klub peserta kompetisi dan entitas pengelola liga. Seperti dikutip nismedia.id dari bolasport.com, skema pembagian modal dibuat seimbang demi menjamin transparansi serta akuntabilitas keuangan organisasi.
“Dengan adanya PT Liga Utama Indonesia, secara perlahan tetapi pasti, entitas bisnisnya akan menjadi lebih mandiri dan terpisah. Dengan begitu, struktur serta tanggung jawabnya juga menjadi lebih jelas,” kata General Manager I.League, Budiman Dalimunthe.
Dalimunthe menambahkan bahwa kejelasan status hukum ini memberikan kepastian dalam pembagian keuntungan maupun penanganan risiko finansial secara bersama. Sebanyak 14 klub lama dan enam klub anggota baru yang berstatus promosi serta degradasi menyepakati seluruh poin kerja sama tersebut.
Susunan Direksi Dan Komisaris Operator Baru
Selain menyepakati porsi kepemilikan modal, forum RUPS juga meresmikan perubahan jajaran komisaris yang bertugas mengawasi jalannya roda organisasi. Sadikin Aksa ditetapkan sebagai Komisaris Utama mewakili pemegang saham terbesar dari jajaran pengelola liga.
“Kemudian ditambahkan komisaris independen, Pak Amir Burhanuddin, yang juga mewakili klub, dalam hal ini Deltras. Sementara itu, susunan direksi masih tetap sama, yakni Pak Ferry Paulus sebagai Direktur Utama dan Pak Asep sebagai direktur,” ucap Dalimunthe.
Penunjukan perwakilan klub dalam struktur pengawasan diharapkan dapat menjembatani aspirasi seluruh peserta kompetisi secara adil. Manajemen baru ini berkomitmen langsung menjalankan seluruh agenda kegiatan, jadwal pertandingan, serta pengembangan lini bisnis pada musim mendatang.






