
Nismedia.id - Keputusan transfer Mees Hilgers ke Heerenveen yang baru saja diresmikan mendadak menuai gelombang kritik tajam. Bek Timnas Indonesia tersebut mendatangkan pro dan kontra setelah resmi mengikat kontrak berdurasi dua tahun di klub barunya.
Langkah kepindahan pilar pertahanan Merah Putih ini dinilai berisiko tinggi bagi stabilitas internal tim. Sejumlah pihak meragukan profesionalisme sang pemain berdasarkan rekam jejaknya pada musim sebelumnya.
Latar Belakang Kritik Terhadap Transfer Mees Hilgers
Kecaman keras dilontarkan oleh mantan pelatih Heerenveen, Gertjan Verbeek, yang menilai sosok Hilgers kurang dapat dipercaya. Seperti dikutip nismedia.id dari Detikcom, Verbeek menyoroti dinamika komunikasi sang pemain saat masih membela FC Twente.
“Hilgers tidak dapat diandalkan. Baik dalam urusan agennya maupun cara ia berkomunikasi dengan FC Twente musim lalu,” tegas Verbeek.
Verbeek menilai tindakan Hilgers yang sempat absen dari latihan tim sebagai bentuk pelanggaran komitmen profesionalismenya. Sikap menolak perpanjangan kontrak hingga memicu pembekuan status skuad dianggap mencoreng nilai-nilai dasar klub.
Riwayat Cedera dan Penilaian Profesionalisme Sang Pemain
Selain masalah disiplin komunikasi, riwayat medis Hilgers juga menjadi perhatian serius tim penilai. Penggawa pertahanan Indonesia itu sempat mengalami cedera anterior cruciate ligament yang membuat masa bermainnya berkurang drastis.
“Jika Anda tidak hadir selama berhari-hari sebagai anggota tim, Anda tidak dapat diandalkan, kan? Ia mirip Afonso Alves,” tambah Verbeek.
Meskipun mendapat ragam sorotan miring, Hilgers tetap bertekad membuktikan kapasitas terbaiknya di lapangan hijau. Pemain bertahan tersebut siap berjuang maksimal demi mengamankan posisi utama di lini belakang Heerenveen.






