
Nismedia.id - Manajemen dan tim pelatih memutuskan untuk memangkas durasi latihan Bhayangkara FC di luar ruangan akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang melanda wilayah Lampung. Langkah antisipatif ini diambil demi menjaga kesehatan dan kebugaran seluruh anggota skuad The Guardians di tengah kondisi cuaca yang kurang kondusif.
Erupsi gunung berapi tersebut telah berdampak pada aktivitas ruang terbuka di kawasan Bandar Lampung sejak beberapa hari terakhir. Kendati demikian, tim berjulukan The Guardians tersebut tetap berkomitmen menjalankan porsi latihan secara terukur guna mempersiapkan diri menatap laga lanjutan BRI Super League 2026/2027.
Penyesuaian Program Latihan Bhayangkara FC Di Luar Ruangan
Kebijakan membatasi aktivitas luar ruangan didukung penuh oleh tim medis demi meminimalkan risiko gangguan pernapasan bagi para atlet. Sebagaimana dikutip nismedia.id dari Bola.com, Dokter tim Bhayangkara FC, Khairi Maulana Azhari menjelaskan bahwa sesi latihan rutin terpaksa dialihkan sebagian ke dalam ruangan.
“Lumayan berisiko latihan di luar dalam kondisi seperti ini. Karena itu, tim pelatih menyiasatinya dengan mengawali latihan di area gym untuk porsi mobilisasi fisik,” kata Khairi Maulana Azhari.
Aktivitas di lapangan terbuka kini dipangkas dan hanya diperuntukkan bagi agenda pemulihan kondisi serta sirkulasi ringan tanpa memakan waktu lama. Tim medis menegaskan sisa debu vulkanik masih terasa di area jalanan maupun fasilitas latihan meskipun kondisi udara tampak luar mulai membaik.
Persiapan Laga Tandang Dan Kendala Transportasi Tim
Di tengah kendala bencana alam tersebut, anak asuh Oscar Bruzon tetap fokus mempersiapkan strategi untuk menghadapi Dewa United pada laga mendatang. Evaluasi mendalam terus dilakukan setelah pada pertandingan perdana mereka hanya mampu bermain imbang satu satu saat menjamu Persebaya Surabaya.
Gol penyerang tim tamu Yann Mabella pada awal babak pertama sempat mengejutkan publik tuan rumah sebelum akhirnya disamakan melalui tandukan Allano Lima. Hasil imbang tersebut menjadi modal berharga bagi tim pelatih untuk membenahi efektivitas serangan dan kedisiplinan lini belakang.
Selain masalah penyesuaian porsi latihan, manajemen klub kini juga dihadapkan pada ketidakpastian moda transportasi menuju lokasi laga away. Penutupan empat bandara udara oleh pemerintah termasuk Bandara Soekarno-Hatta membuat opsi perjalanan darat menjadi pertimbangan utama skuad The Guardians.






