
Nismedia.id - Barcelona resmi mengambil langkah strategis terkait pelunasan biaya transfer Anthony Gordon dari Newcastle United. Klub asal Spanyol itu sepakat menunda pembayaran cicilan pertama dengan batas waktu pelunasan hingga Juli 2027.
Nilai cicilan yang ditunda itu mencapai 22 juta euro, jumlah yang tidak sedikit dalam struktur keuangan klub. Keputusan ini memberi ruang bernapas bagi arus kas Barcelona dalam jangka pendek.
Penampilan Anthony Gordon di lapangan justru membuahkan hasil yang menggembirakan. Ia membentuk jajaran penyerang yang dikagumi banyak pihak bersama Raphinha dan Lamine Yamal.
Anthony Gordon menunjukkan kemampuan beradaptasi yang luar biasa cepat dan telah mencatatkan sejumlah umpan kunci ke rekan setimnya. Kehadirannya memberi dinamika baru yang membuat serangan Barcelona lebih bervariasi dan sulit diprediksi.
Dikutip Nismedia.id dari media Football Transfer, langkah penundaan pembayaran ini mengikuti pola yang sudah dikenal publik selama masa kepemimpinan Joan Laporta. Disisi lain banyak pihak yang mempertanyakan kondisi keuangan klub.
Sebelumnya, Barcelona berhasil melunasi utang transfer sejumlah pemain penting seperti Dani Olmo, Raphinha, Jules Koundé, Robert Lewandowski, dan Vitor Roque. Hal ini menunjukkan klub memiliki catatan pelunasan yang tertib, meski dilakukan secara bertahap.
Kendati demikian, transfer Anthony Gordon menjadi beban utang terbesar saat ini dengan nilai keseluruhan mencapai 68,9 juta euro. Utang jangka pendek klub secara keseluruhan masih tercatat sekitar 93,4 juta euro.
Newcastle United, klub Anthony Gordon sebelumnya dikabarkan menyetujui permohonan penundaan tersebut tanpa banyak kendala. Kemungkinan besar hal ini didasari hubungan baik yang terjalin antara kedua klub.
Langkah ini memang meringankan beban pengeluaran mendesak, namun muncul pertanyaan tentang risiko jangka panjang. Apakah strategi ini sekadar menumpuk beban ke masa depan atau langkah cerdas untuk menjaga kestabilan operasional?.
Barcelona sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan lebih lanjut mengenai rencana pelunasan utang tersebut ke depannya. Manajemen klub diharapkan menyusun strategi pendapatan yang lebih kokoh untuk menutupi kewajiban yang tertunda.






