
Nismedia.id - Gelandang bertahan andalan Barcelona, Rodri akhirnya membuka rahasia besar mengenai perbedaan gaya latihan yang diterapkan oleh dua pelatih hebat, Pep Guardiola dan Hansi Flick. Ia menceritakan pengalaman pribadinya yang mengejutkan saat pertama kali bergabung dengan skuad Blaugrana pada bursa transfer musim panas 2026.
Rodri sebelum ke Spanyol sempat membela Manchester City dibawah asuhan Pep Guardiola. Dirinya dikenal sebagai pemain yang memiliki ketangguhan fisik dan kecerdasan bermain yang luar biasa. Namun, apa yang dialaminya di awal masa pembinaan di Barcelona membuatnya merasa kewalahan secara tak terduga.
Pengakuan ini baru saja diungkapkan kapten Timnas Spanyol dalam podcast Partidazo COPE yang dikutip Nismedia.id dari akun Twitter @partidazocope. Rodri menceritakan secara rinci bagaimana transisi yang ia jalani sejak hari pertama tiba di klub.
“Guardiola dan Flick tidak mirip sama sekali. Saat saya tiba di Barcelona, saya pikir saya akan masuk ke filosofi rondo dan penguasaan bola, dan kenyataannya, empat hari pertama mereka membuat saya kewalahan secara fisik sehingga saya berkata, ‘ke mana saya telah terjun?'” kata Rodri.
Pengakuan ini menunjukkan bahwa Hansi Flick menekankan aspek fisik yang sangat tinggi sebagai fondasi utama permainan yang ia bangun di Barcelona. Rodri mengaku bahwa intensitas latihan yang dijalani di empat hari pertama jauh melampaui apa yang biasa ia jalani sebelumnya.
Filosofi rondo yang identik dengan penguasaan bola, pengoperan cepat, dan permainan posisi memang menjadi ciri khas yang dibawa oleh Pep Guardiola selama bertahun-tahun. Namun, di bawah arahan Hansi Flick, prioritas utama yang ditanamkan adalah ketangguhan fisik dan kecepatan transisi permainan. Hal ini menjadi pembeda paling mendasar yang dirasakan langsung oleh pemain seperti Rodri.
Meskipun awalnya merasa kewalahan, Rodri kini mulai beradaptasi dengan sistem latihan baru tersebut dan merasakan manfaatnya di atas lapangan. Ia menyadari bahwa kekuatan fisik yang prima adalah syarat mutlak untuk dapat menjalankan taktik yang diterapkan oleh Flick dengan sempurna. Perlahan namun pasti, ia mulai menemukan ritme terbaiknya bersama rekan-rekan setim yang lain.
Perbedaan pendekatan latihan ini juga memberikan dampak positif pada performa tim di kompetisi musim ini. Barcelona tampil dengan kombinasi permainan yang tetap indah namun dibarengi dengan intensitas tekanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan musim-musim sebelumnya. Hasilnya terlihat dari perolehan poin yang konsisten di papan klasemen La Liga 2026-2027.
Rodri juga menyampaikan bahwa ia sangat menghargai kedua pendekatan yang berbeda tersebut karena masing-masing memiliki kelebihan tersendiri. Ia belajar bahwa sepak bola dapat dimenangkan melalui berbagai cara, tidak hanya terpaku pada satu metode saja. Pengalaman beradaptasi dengan gaya baru ini justru membuatnya berkembang menjadi pemain yang lebih lengkap.
Kini, setelah melewati masa penyesuaian, Rodri tampil semakin percaya diri dan menjadi salah satu pilar utama di lini tengah Barcelona. Ia tidak lagi merasa kewalahan, melainkan menikmati setiap sesi latihan yang menuntut kemampuan fisik terbaiknya. Transformasi ini menjadi bukti bahwa ia telah berhasil menaklukkan tantangan terbesarnya di awal masa bergabung.






