Ferrari Jadi Satu-satunya Tim yang Bikin Christian Horner Rela Pimpin Tanpa Jadi Pemilik

Ferrari Jadi Satu-satunya Tim yang Bikin Christian Horner Rela Pimpin Tanpa Jadi Pemilik
Potret tim impian Christian Horner (Instagram: @scuderiaferrari)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Mantan tim prinsipal Red Bull Racing, Christian Horner membuat kejutan besar melalui pernyataan mengejutkan dalam wawancara terbarunya. Ia secara terbuka menyatakan ketertarikannya untuk memimpin tim bersejarah, Ferrari.

Perkataan ini langsung memicu spekulasi besar di kalangan penggemar olahraga otomotif dunia. Selama bertahun-tahun, nama Horner selalu dikaitkan dengan Red Bull, tempat ia membangun kekuatan dominan selama lebih dari dua dekade.

Christian Horner juga tidak ragu menyebutkan alasan mengapa Ferrari begitu istimewa di matanya. Baginya, Ferrari bukan sekadar tim balap biasa, melainkan merek terbesar dan paling ikonik dalam sejarah F1.

“Bisa dibilang, mereka adalah raksasa yang sedang tidur di F1,” ujar Horner yang dikutip Nismedia.id dari akun Instagram @f1speed.indonesia.

Christian Horner menyebut Ferrari sebagai raksasa yang sedang tidur mengingat skuad Maranello telah menunggu selama 18 tahun tanpa mampu meraih gelar juara dunia pembalap maupun konstruktor. Performa tim Italia itu kerap naik turun dan belum konsisten dalam beberapa musim terakhir.

Ia juga menjelaskan bahwa di tahap kehidupannya saat ini, ia hanya melihat satu tujuan yang menarik baginya. Tidak ada tim lain yang mampu menarik perhatiannya selain Ferrari.

“Di tahap kehidupan saya saat ini, hanya ada satu tim yang bersedia saya pimpin tanpa perlu status kepemilikan. Saya akan cocok dengan seragam itu,” tambahnya.

Christian Horner mengakui bahwa Ferrari adalah sebuah impian bagi siapa pun yang berkecimpung di dunia Formula 1. Reputasi dan sejarah yang dimiliki tim tersebut menjadikannya tantangan tersendiri yang sangat menarik untuk dijalani.

“Apakah saya akan mempertimbangkan Ferrari? Mereka adalah brand terbesar di F1. Itu adalah sebuah impian,” lanjutnya.

Selain tentang Ferrari, Christian Horner juga membicarakan rivalitasnya yang legendaris dengan bos tim Mercedes, Toto Wolff. Ia mengakui bahwa ia masih merindukan atmosfer dan intensitas tinggi persaingan di sirkuit.

“Toto rambutnya harus diacak-acak. Tanpa saya, dia menjalani semuanya terlalu mudah. Jadi, kenapa dia mau saya kembali? Saya mungkin bisa membuatnya lebih kesulitan dari siapapun,” tutup Christian Horner.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *