Jersey Thailand Dilarang FIFA, Begini Alasan di Balik Revisi Mendadak

Jersey Thailand Dilarang FIFA, Begini Alasan di Balik Revisi Mendadak
Potret jersey Timnas Thailand di laga FIFA (Instagram: @tangsr_6)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Asosiasi Sepak Bola Thailand terpaksa melakukan revisi mendadak pada desain jersey resmi timnas mereka untuk ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Keputusan ini diambil setelah pihak FIFA menemukan ketidaksesuaian pada desain yang telah disiapkan sebelumnya oleh produsen pakaian olahraga, Warrix.

Desain asli yang telah diproduksi sebelumnya ternyata menampilkan lirik dari lagu kebangsaan Thailand pada bagian tertentu dari jersey tersebut. Lirik yang dimaksud bukan sekadar hiasan semata, melainkan bagian dari identitas nasional yang dijunjung tinggi oleh rakyat Thailand. Namun, keberadaan lirik tersebut ternyata melanggar ketentuan yang berlaku secara internasional.

Peraturan FIFA dengan tegas melarang penggunaan slogan, pesan politik, agama, atau hal-hal yang bersifat pribadi pada perlengkapan pertandingan resmi. Lirik lagu kebangsaan yang tercetak pada jersey dianggap sebagai bentuk pesan yang memiliki muatan politik dan nasionalisme tertentu. Oleh karena itu, desain tersebut tidak dapat digunakan dalam pertandingan resmi yang berada di bawah naungan FIFA.

Dikutip Nismedia.id dari Instagram @garudafansbook_, Warrix dilaporkan harus segera memproduksi versi yang telah dimodifikasi agar dapat digunakan tepat waktu. Lirik lagu di bagian jersey bisa bermaksud slogan dan pesan politik sehingga ini dilarang oleh FIFA. Pihak produsen diminta menyesuaikan desain tersebut tanpa mengubah kualitas bahan secara keseluruhan.

Bahan dan kualitas jersey secara keseluruhan tetap sama dengan versi aslinya. Hanya bagian desain yang perlu disesuaikan, kemungkinan besar akan dibuat menjadi polos pada area yang sebelumnya menampilkan lirik lagu kebangsaan. Hal ini dilakukan agar tetap memenuhi standar FIFA tanpa mengurangi kenyamanan pemain saat bertanding.

Proses revisi ini tentu memakan waktu dan biaya tambahan yang tidak sedikit bagi pihak Warrix maupun Asosiasi Sepak Bola Thailand. Namun, kepatuhan terhadap peraturan internasional menjadi hal yang wajib dipenuhi agar timnas Thailand tidak dikenakan sanksi berat. Keterlambatan dalam hal ini bisa berakibat fatal bagi kesiapan tim di lapangan.

Versi asli yang menampilkan lirik lagu kebangsaan ternyata tidak akan sia-sia dan tetap bisa digunakan di berbagai kompetisi lain yang tidak berada di bawah naungan FIFA. Kompetisi tersebut antara lain adalah King’s Cup, pertandingan persahabatan internasional, dan Piala ASEAN Hyundai. Dengan demikian, para suporter yang sudah membeli jersey versi asli tetap dapat menggunakannya dengan bangga.

Pembatasan semacam ini sebenarnya bukan hal baru yang diberlakukan oleh FIFA. Selama bertahun-tahun, lembaga sepak bola dunia tersebut selalu tegas dalam menjaga netralitas di lapangan. Hal ini bertujuan agar sepak bola tetap menjadi wadah persatuan tanpa tercampur dengan isu-isu di luar olahraga itu sendiri.

Lirik lagu kebangsaan menjadi simbol semangat perjuangan bangsa Thailand yang ingin ditampilkan secara bersama-sama oleh para pemain di lapangan. Namun, aturan tetaplah aturan yang harus dihormati oleh semua pihak.

Mereka berkomitmen untuk tetap memberikan dukungan penuh kepada timnas Thailand agar dapat tampil maksimal di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 tanpa terkendala masalah administratif apa pun. Fokus utama saat ini adalah persiapan tim di lapangan, bukan masalah di luar lapangan.

Suporter diharapkan dapat memaklumi situasi ini dan terus memberikan dukungan tanpa syarat kepada tim kesayangan mereka. Semangat dan dukungan suporter jauh lebih penting daripada sekadar desain jersey yang dikenakan para pemain. Kehadiran timnas Thailand di lapangan dengan semangat juang tinggi adalah hal yang paling utama.

FIFA ASEAN Cup 2026 akan segera dimulai dan timnas Thailand siap tampil dengan jersey baru yang telah disesuaikan. Meski tanpa lirik lagu kebangsaan di dada, semangat para pemain untuk membela negara tetap membara. Sepak bola menjadi jembatan persatuan yang lebih kuat, dan kepatuhan terhadap aturan adalah langkah awal menuju keberhasilan di lapangan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *