Indonesia Imbang 0-0 Lawan Malaysia, Kevin Diks Kecewa Teriakan Nama Shin Tae-yong di GBK

Indonesia Imbang 0-0 Lawan Malaysia, Kevin Diks Kecewa Teriakan Nama Shin Tae-yong di GBK
Potret Kevin Diks yang komentari penonton yang teriakan nama STY (Instagram: @timnasindonesia)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Timnas Indonesia dipaksa berbagi angka dengan Malaysia dalam laga FIFA ASEAN Cup 2026 yang berakhir imbang 0-0. Laga berlangsung sengit di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada Senin, 28 September diwarnai teriakan nama mantan pelatih, Shin Tae-yong.

Selama pertandingan berlangsung, sebagian suporter meneriakkan nama Shin Tae-yong, mantan pelatih Timnas Indonesia, di hadapan pelatih saat ini, John Herdman. Teriakan itu terdengar jelas tepat saat skuad Garuda sedang berjuang dengan jumlah pemain yang kurang.

Indonesia bahkan harus bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari satu jam setelah Thom Haye mendapat kartu merah pada menit ke-37. Meski berada dalam tekanan berat, Timnas Indonesia berhasil menahan lawan tanpa kebobolan hingga peluit akhir dibunyikan. Perjuangan tersebut justru disambut dengan teriakan yang dinilai tidak mendukung oleh kapten tim.

Dikutip Nismedia.id dari Instagram @garudafansbook_, dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, Kevin Diks menyampaikan kekecewaannya secara terbuka. Ia merasa teriakan nama Shin Tae-yong yang dilakukan oleh sebagian suporter tidak pantas dilakukan saat tim sedang berjuang keras di lapangan.

Menurut Kevin, situasi tersebut merugikan baik bagi para pemain maupun pelatih yang sedang memimpin tim saat ini. Ia menegaskan bahwa tim telah bekerja keras di lapangan, dan dukungan seharusnya menjadi penguat, bukan beban tambahan di tengah pertandingan yang sulit.

“Menurut saya ini tidak benar. Ini tidak benar. Rasanya ini tidak baik buat para pemain, tidak baik buat pelatih. Kami sudah mencoba berjuang dengan 10 orang, itu sangat sulit. Dan saya, saya kecewa dengan ini,” katanya.

Kevin Diks juga mengingatkan bahwa bermain dengan sepuluh pemain selama sekitar 60 menit adalah hal yang sangat sulit secara teknis dalam sepak bola. Ia merasa pencapaian tersebut patut diapresiasi, bukan justru dibalas dengan teriakan yang memecah kesatuan tim.

“Untuk saya ini tidak benar. Ini mengecewakan. Tapi ya oke, 10 orang itu sulit di sepakbola. Saya tidak tahu berapa lama kami main dengan 10 orang, 60 menit mungkin? Berjuang dengan 10 orang itu sulit sekali,” tutup Kevin Diks, Kapten Timnas Indonesia dalam konferensi pers pascalaga.

Pernyataan kapten tim ini langsung memicu beragam tanggapan di kalangan penggemar sepak bola nasional. Sebagian pihak memahami rasa kecewa Kevin Diks, sementara sebagian lainnya berpendapat bahwa suporter memiliki kebebasan untuk menyuarakan pendapat mereka di stadion. Diskusi ini pun menyoroti pentingnya kesatuan antara tim dan pendukung.

Kini, Timnas Indonesia masih memiliki peluang untuk melaju ke babak selanjutnya di FIFA ASEAN Cup 2026. Satu poin yang diraih dari laga ini masih membuka jalan ke babak berikutnya, asalkan para pemain dapat tampil maksimal di dua laga tersisa. Dukungan yang utuh dan positif dari seluruh elemen masyarakat menjadi kunci penting agar para pemain dapat tampil lebih percaya diri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *