
Nismedia.id - Premier League mengonfirmasi bahwa Manchester City terbukti bersalah atas kasus pelanggaran aturan keuangan yang sangat serius. Keputusan resmi ini dikeluarkan oleh komisi independen setelah melalui proses investigasi mendalam terhadap pengelolaan finansial klub dalam beberapa musim terakhir.
Pihak penyelenggara kompetisi memastikan bahwa klub berjuluk The Cityzens tersebut melanggar sebagian besar dakwaan yang dituduhkan kepada mereka. Putusan ini menjadi salah satu babak paling krusial dalam sejarah kompetisi sepak bola tertinggi di Inggris tersebut.
Empat Pelanggaran Keuangan Serius Manchester City
Komisi independen menemukan fakta bahwa pihak klub terbukti melakukan berbagai rekayasa laporan demi mendongkrak pendapatan secara tidak sah. Seperti dikutip nismedia.id dari Bola.net, klub terbukti menyembunyikan kondisi finansial yang sebenarnya dari pengawasan badan regulator serta pihak auditor.
Berdasarkan hasil persidangan, terdapat empat kelompok pelanggaran utama yang terbukti dilakukan oleh pihak manajemen klub selama sembilan musim berturut-turut. Rincian dugaan pelanggaran yang dinyatakan terbukti oleh komisi independen tersebut meliputi poin-poin berikut:
- Manchester City membuat kontrak tidak sah dengan mitra komersial demi mendongkrak pendapatan dan menekan biaya operasional.
- Klub melaporkan data keuangan yang tidak akurat serta menyembunyikan kondisi keuangan sebenarnya dari auditor dan regulator.
- Manchester City terbukti melanggar ketentuan batas pengeluaran yang ditetapkan oleh Premier League maupun UEFA secara signifikan.
- Pihak klub melanggar kewajiban untuk bekerja sama dan bertindak dengan iktikad baik selama proses investigasi berlangsung.
Selain pelanggaran administrasi keuangan, manajemen klub juga dinilai tidak kooperatif sepanjang proses penyelidikan yang dijalankan oleh pihak penyelenggara liga. Tindakan tersebut dinilai makin memperberat posisi klub dalam persidangan disiplin yang berlangsung panjang ini.
Pernyataan Resmi Premier League Dan Ancaman Sanksi Manchester City
Keputusan ini menegaskan komitmen pihak penyelenggara kompetisi dalam menegakkan aturan yang berlaku adil bagi seluruh peserta. Kasus disiplin ini menjadi langkah paling signifikan untuk menjaga integritas serta transparansi dalam industri sepak bola profesional.
Chief Executive Officer (CEO) Premier League, Richard Masters, menyampaikan bahwa proses penegakan aturan ini dilakukan demi menjaga persaingan yang sehat di antara seluruh klub peserta. Pihaknya berkomitmen untuk segera menyelesaikan tahapan berikutnya termasuk penentuan sanksi yang akan dijatuhkan.
“Keputusan utama ini menetapkan fakta mengenai apa yang terjadi di Manchester City selama periode tersebut. Keputusan ini menjelaskan bagaimana klub secara sistematis melanggar aturan Premier League selama hampir satu dekade,” ujar Masters.
“Masih ada beberapa aspek yang harus diputuskan, termasuk hal yang sangat penting, yakni sanksi yang akan diberikan atas berbagai pelanggaran tersebut,” tuturnya memungkas.
Pihak liga telah memberikan tenggat waktu hingga awal Oktober bagi pihak manajemen untuk menyampaikan pembelaan atau mengajukan banding atas putusan tersebut. Kepastian mengenai bentuk sanksi yang akan diterima klub diperkirakan akan diumumkan setelah seluruh proses peninjauan ulang selesai dilakukan.






