Manajemen Persib Bandung Kirim Staf Ke Malaysia Untuk Pelajari Pengelolaan Infrastruktur Klub Dan Lapangan

Manajemen Persib Bandung Kirim Staf Ke Malaysia Untuk Pelajari Pengelolaan Infrastruktur Klub Dan Lapangan
Promo Allegiant

Nismedia.id - Manajemen Persib Bandung menunjukkan komitmen tinggi dalam memperkuat tata kelola tim secara profesional dengan mengirimkan perwakilan ke dua klub papan atas Asia. Langkah strategis ini diambil guna mempelajari sistem pengelolaan manajemen bisnis serta pemeliharaan fasilitas lapangan bertaraf internasional.

Jajaran staf secara khusus bertolak ke markas FC Seoul di Korea Selatan serta Johor Darul Ta’zim (JDT) di Malaysia. Program studi banding ini diharapkan dapat menaikkan standar operasional klub Pangeran Biru dalam mengarungi kompetisi.

Studi Banding Persib Bandung Ke Markas Klub Asia

Kunjungan ke markas FC Seoul dan JDT tidak hanya berfokus pada kesiapan tactical tim di atas lapangan hijau. Seperti dikutip nismedia.id dari Kompas.com, jajaran manajemen memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal untuk menyerap sistem pengelolaan tata kelola organisasi modern.

Pemilihan JDT sebagai lokasi pembelajaran didasari oleh reputasi klub asal Malaysia tersebut yang memiliki pemeliharaan rumput stadion kelas wahid. Ilmu mengenai perawatan sarana penunjang tersebut nantinya akan ditransfer kepada para pekerja di Kota Kembang.

“Kami pergi ke Seoul untuk bertanding, pertandingan yang luar biasa, tapi kami juga mempelajari bagaimana klub dikelola. Kita ke Seoul untuk belajar,” ungkap Pelatih Kepala Persib Bandung, Igor Tolic.

Komitmen Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal Bandung

Manajemen klub sebenarnya memiliki opsi praktis untuk mendatangkan tenaga ahli asing demi membenahi fasilitas pendukung tim. Kendati demikian, jajaran pelatih lebih memilih skema jangka panjang dengan mengedukasi serta meningkatkan mutu kapasitas sumber daya manusia lokal.

Keterikatan emosional masyarakat setempat terhadap klub dinilai menjadi modal terbesar yang tidak bisa dibeli dengan materi. Oleh sebab itu, peningkatan mutu kerja seluruh staf teknis maupun manajemen menjadi harga mati demi mendongkrak kualitas organisasi.

“Jika kami punya anggarannya, tinggal bawa semua tenaga profesional ke sini. Tapi kami ingin membantu orang-orang lokal di sini, kami ingin meningkatkan kualitas klub,” tutur Tolic.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *