
Nismedia.id - Perjuangan petenis Indonesia Janice Tjen di WTA 1000 China Open 2026 berakhir di babak kedua. Ia harus mengakui keunggulan unggulan sebelas, Diana Shnaider dengan skor 0-6 dan 4-6 di laga yang berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Sebelum bertemu Shnaider, Janice Tjen lebih dulu menampilkan perlawanan luar biasa di babak pertama. Ia berhasil menaklukkan petenis peringkat 45 dunia asal Ukraina, Angelina Kalinina, melalui pertandingan tiga set yang berlangsung sengit. Janice menang dengan skor 2-6, 7-5, dan 6-4.
Kemenangan itu sekaligus menjadi langkah pertama yang membanggakan bagi tenis Indonesia di panggung internasional. Janice Tjen menunjukkan mentalitas baja saat sempat tertinggal satu set dan mampu bangkit di dua set berikutnya. Perjuangan ini membuktikan bahwa petenis Indonesia mampu bersaing dengan atlet-atlet dunia.
Laga babak kedua berjalan tidak mudah bagi Janice Tjen saat berhadapan dengan Diana Shnaider. Petenis muda Rusia itu tampil dominan sejak awal dan langsung mengambil alih kendali pertandingan di set pertama. Shnaider tampil sangat percaya diri dan minim melakukan kesalahan tak terpaksa.
Dikutip Nismedia.id dari wtatennis.com, set pertama berakhir cepat dengan skor 0-6 untuk keunggulan Diana Shnaider. Janice tampak kesulitan menemukan ritme permainannya dan sering terdesak oleh bola-bola dalam yang dimainkan lawan. Shnaider tampil sangat tajam dalam pengembalian servis dan mampu menekan Janice sejak awal poin dimainkan.
Memasuki set kedua, Janice Tjen mulai menemukan ritme dan memberikan perlawanan yang lebih ketat. Ia berhasil menahan laju serangan lawan dan bahkan sempat menyamakan kedudukan di beberapa momen penting. Namun, Shnaider tetap lebih unggul dalam mengambil keputusan krusial di poin-poin akhir.
Janice Tjen akhirnya kalah di set kedua dengan skor 4-6, sehingga perjalanannya di China Open 2026 berakhir di babak kedua. Meski demikian, penampilan Janice di turnamen ini menunjukkan kemajuan yang signifikan bagi dirinya sendiri dan bagi dunia tenis Indonesia secara umum. Ia telah membuktikan dirinya layak bersanding dengan petenis-petenis terbaik dunia.
Dalam pertandingan melawan Kalinina di babak pertama, Janice Tjen menunjukkan karakter yang luar biasa. Setelah kalah di set pertama, ia tidak menyerah dan perlahan mengubah arah pertandingan dengan permainan yang lebih sabar dan konsisten. Kemenangan tersebut menjadi bukti nyata peningkatan kualitas permainannya sepanjang tahun ini.
Diana Shnaider sendiri dikenal sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di dunia tenis saat ini. Peringkatnya yang berada di dua puluh besar dunia mencerminkan kualitas permainannya yang stabil dan konsisten di berbagai turnamen. Kekalahan dari lawan sekaliber ini tentu tidak membuat penampilan Janice Tjen menjadi kurang berharga.
Janice Tjen kini dapat beristirahat sejenak sebelum kembali bersiap untuk turnamen berikutnya. Pengalaman berharga yang didapat di China Open 2026 tentu akan menjadi modal berharga untuk meningkatkan peringkat dan kualitas permainannya di ajang-ajang mendatang. Dukungan dari para penggemar di Indonesia menjadi energi positif bagi kariernya.
Perjalanan Janice Tjen di WTA 1000 China Open 2026 mungkin berakhir lebih awal dari yang diharapkan, namun ia telah menorehkan prestasi yang membanggakan. Satu kemenangan yang diraihnya di babak pertama sudah menunjukkan bahwa ia berada di jalur yang tepat untuk terus berkembang. Semangat dan ketekunan Janice patut menjadi teladan bagi atlet muda lainnya.






