Aditya Tri Syahria Petik Pelajaran Usai Gagal Di Final Panjat Tebing Asian Games 2026

Aditya Tri Syahria Petik Pelajaran Usai Gagal Di Final Panjat Tebing Asian Games 2026
Promo Allegiant

Nismedia.id - Atlet panjat tebing Indonesia, Aditya Tri Syahria, harus mengubur mimpinya meraih medali pada ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Langkah wakil Merah Putih di nomor speed putra terhenti usai dinyatakan false start pada partai final di Portmesse Nagoya Exhibition Hall.

Padahal, pemanjat asal Jawa Tengah tersebut sempat menorehkan rekor Asian Games dengan catatan waktu 4,62 detik saat tampil di babak kualifikasi. Meskipun gagal menyumbang medali akibat kesalahan tipis tersebut, atlet yang akrab disapa Aditya ini memilih mengambil pelajaran berharga untuk evaluasi diri.

Evaluasi Dan Target Aditya Tri Syahria Menuju Olimpiade

Kegagalan di laga penentu sempat membuat emosi sang atlet tak terbendung usai pertandingan berakhir. Kendati demikian, perjuangan maksimal yang sudah dikerahkan di atas dinding panjat menjadi modal penting untuk membenahi pengelolaan emosi serta ketenangan saat bertanding di tingkat dunia.

“Saya pikir saya sudah berusaha tenang, percaya diri, yakin, tapi hasilnya sepersekian detik saya false start. Ini pelajaran berharga bagi saya untuk ke depan bisa jadi lebih baik lagi, dan terutama pengelolaan diri,” ujar Aditya.

Insiden di partai puncak ini dipastikan tidak memadamkan motivasinya untuk terus mengukir prestasi bagi Indonesia. Setelah merampungkan persaingan di Nagoya, fokus utamanya kini langsung dialihkan untuk menghadapi kualifikasi Olimpiade tahun depan, dikutip nismedia.id dari RRI.co.id.

“Tentu ini bakal jadi lecutan buat saya ke depan, untuk tahun depan. Setelah Asian Games ini beres, fokus baru kita adalah Olimpiade,” tegasnya.

Dukungan Rekan Setim Di Tengah Persaingan Ketat Asia

Dukungan moral bagi Aditya juga mengalir dari rekan satu timnya di pelatnas panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo. Pemegang medali emas tersebut menilai persaingan disiplin speed di kawasan Asia saat ini sudah sangat merata dan memiliki margin kesalahan yang sangat tipis.

Menurut Veddriq, seluruh proses latihan dan persiapan tim nasional sebenarnya sudah berada dalam level performa paling optimal. Banyak variabel serta faktor tak terduga di lapangan yang sering kali menjadi penentu hasil akhir di atas lintasan.

“Nomor speed ini banyak faktor dan variabel yang menentukan. Proses latihan kami sudah maksimal, beberapa kali mencatatkan waktu terbaik, namun di final memang belum rezeki,” kata Veddriq.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *