Pilih Nikmati Masa Pensiun, Sir Alex Ferguson Ngaku Hampir Melatih Manchester United Lagi

Pilih Nikmati Masa Pensiun, Sir Alex Ferguson Ngaku Hampir Melatih Manchester United Lagi
Potret Sir Alex Ferguson yang sebut hampir melatih Man United lagi (Instagram: @manutd)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Sir Alex Ferguson membuka suara dengan sangat emosional mengenai perjuangannya melawan kondisi kesehatan yang berat. Manajer legendaris Manchester United mengaku hampir saja kembali melatih The Red Devils setelah pensiun.

Dalam sebuah pengakuan yang sangat personal, pria berusia 84 tahun itu mengungkapkan keinginannya keluar dari masa pensiunnya untuk kembali melatih The Red Devils. Sayangnya, keinginan itu harus pupus karena pertimbangan beberapa pihak.

“Saat saya pensiun, saya senang. Namun ketika saya melihat keadaan memburuk tiga hingga empat tahun setelah pensiun, saya ingin keluar dari pensiun untuk melatih Manchester United lagi. Tetapi keluarga dan dokter saya mengatakan itu ide buruk, jadi saya lupakan itu dan terus menikmati masa pensiun saya,” katanya.

Pengakuan tersebut menjadi bagian dari narasi mendalam yang tertuang dalam buku berjudul Games of My Life, di mana Ferguson menyoroti 21 pertandingan yang membentuk karir luar biasanya. Ia juga membahas kehilangan istrinya, Lady Cathy, serta pendarahan otak parah yang dialaminya pada tahun 2018.

Sir Alex Ferguson mengaku khawatir mungkin ia tidak akan hidup cukup lama untuk menyaksikan pembukaan stadion baru Manchester United yang bernilai 2 miliar euro. Ia menyadari bahwa jangka waktu panjang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek ambisius tersebut membuat usianya terasa semakin nyata. Meski demikian, ia menegaskan tidak larut dalam kesedihan atau ketakutan berlebihan.

“Saya bukan orang yang larut memikirkan apa yang telah Sang Pencipta siapkan untuk saya, dan saya juga tidak takut mati. Bahkan pada saat-saat yang paling tak terduga. Saya jauh lebih tertarik memaksimalkan hidup. Ada banyak yang ingin saya lakukan dan banyak orang yang ingin saya habiskan waktu bersama mereka,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Sir Alex Ferguson menegaskan bahwa sesekali pikiran tentang kematian memang terlintas di benaknya, terutama ketika rencana stadion baru itu diumumkan. Mengingat, usia dan kondisi medisnya yang tidak lagi dalam kondisi prima.

“Ketika Manchester United mengumumkan rencana mereka untuk stadion baru yang luar biasa guna menggantikan Old Trafford, saya mendapati diri saya bertanya-tanya apakah saya akan masih ada untuk merayakan pembukaannya,” pungkasnya.

Rasa urgensi yang dirasakan Ferguson berakar pada pengalaman nyaris kehilangan nyawanya di Rumah Sakit Salford Royal enam tahun lalu. Ia menceritakan bahwa pada hari ia menjalani operasi otak, empat pasien lain juga menjalani prosedur serupa, dan hanya dua orang yang selamat. Fakta tersebut menunjukkan betapa beruntungnya ia masih bisa berdiri di sini hingga saat ini.

“Dunia saya nyaris berakhir. Saya selamat, bukan karena saya menerima perlakuan khusus, tetapi karena serangkaian kejadian yang menguntungkan: saya dikelilingi anggota keluarga yang sigap, nasihat yang tepat mudah didapat, paramedis tahu persis apa yang harus dilakukan, dan para dokter mengoperasi saya secepat yang mereka bisa,” kenangnya.

Pengalaman itu membuat kepulangannya ke Old Trafford pada pertandingan melawan Wolves terasa jauh lebih bermakna. Terlebih, para pendukung memberikan sambutan hangat kepada manajer legendaris Manchester United sejak saat turun dari mobil.

“Sejak momen saya turun dari mobil di stadion, saya merasa seolah seluruh komunitas membuka hati mereka untuk saya. Itu sangat emosional. Saya merasa seperti kembali ke kepompong yang akrab dan sangat saya cintai,” tutupnya.

Sumber: GOAL

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *