
Nismedia.id - Penyelenggaraan turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 yang baru saja usai di Indonesia menuai sorotan tajam dari media internasional. Sorotan tersebut tertuju pada kehadiran Presiden FIFA Gianni Infantino yang menyaksikan langsung keberhasilan Timnas Indonesia menjadi juara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Kehadiran petinggi sepak bola dunia itu dinilai tidak sekadar merayakan kesuksesan kompetisi, melainkan ada agenda politik olahraga yang tengah dijalankan.
Media ternama Inggris, The Guardian, membeberkan bahwa penciptaan turnamen kawasan Asia Tenggara ini memiliki tujuan terselubung untuk mengamankan dukungan suara menjelang pemilihan pimpinan induk organisasi sepak bola dunia tersebut. Infantino disinyalir memanfaatkan ajang ini guna meraih simpati dari negara-negara anggota federasi di kawasan ASEAN. Strategi ini dianggap krusial bagi kelanjutan kepemimpinannya dalam menghadapi agenda kongres mendatang.
Strategi Politik Di Balik Gelaran FIFA ASEAN Cup 2026
Di panggung kehormatan SUGBK, Infantino tampak menikmati kemeriahan atmosfer pertandingan bersama Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Momen puncak terjadi saat dirinya menyerahkan trofi juara kepada kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, di hadapan sekitar 70 ribu suporter Merah Putih yang memenuhi tribune. Respons positif di Jakarta ini berbanding terbalik dengan kondisi politik sang petahana yang tengah mendapat tekanan berat di kancah global.
Posisi sang pejabat dilaporkan sedang terdesak akibat memanasnya skandal rencana penjualan saham Piala Dunia pada Juli lalu. Gelombang desakan agar dirinya mundur terus digelorakan oleh konsorsium tiga konfederasi besar, yaitu AFC, UEFA, dan CONCACAF. Situasi sulit tersebut memaksa petahana untuk mencari basis dukungan baru di luar area penentangnya.
Guna mempertahankan posisinya, pendekatan intensif mulai dilakukan ke wilayah-wilayah dengan potensi suara signifikan, termasuk negara-negara Asia Tenggara. Ajang kompetisi regional ini melibatkan total 14 negara anggota yang terbagi dalam dua divisi kompetisi. Jumlah tersebut mewakili potensi voter yang sangat menentukan pada pemilihan kepemimpinan baru yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
Langkah Strategis Presiden FIFA Gianni Infantino Di Asia Tenggara
Analis dari media Inggris menilai bahwa keberhasilan penyelenggaraan kompetisi di Asia Tenggara memberikan keuntungan taktis yang sangat besar bagi petahana. Melalui artikel terbitannya, The Guardian mengulas mengenai dampak nyata dari penyelenggaraan turnamen tersebut terhadap peta dukungan politik. Mereka menilai potensi peningkatan suara menjadi faktor utama di balik antusiasme petinggi sepak bola dunia tersebut.
Analisis media tersebut menyoroti bagaimana turnamen ciptaan pimpinan federasi dunia itu bekerja di lapangan. “Indonesia berjaya dalam turnamen ciptaan Infantino, tetapi dampak sesungguhnya kemungkinan adalah voter,” tulis laporan The Guardian. Penilaian ini menguatkan dugaan bahwa konsolidasi dukungan menjadi prioritas utama sang pejabat saat ini.
Laporan tersebut juga menambahkan bahwa keberhasilan turnamen akan berbanding lurus dengan peluang keberlanjutan kepemimpinannya. “Infantino, barangkali puas melihat proklamasinya 12 bulan lalu direalisasikan di lapangan. Dia mungkin akan melihat sukses sebenarnya dari semua ini adalah bahwa apakah dia telah meningkatkan peluangnya bertahan di posisinya,” lanjut rilis media asal Inggris tersebut. Jika kalkulasi politik ini terbukti berhasil, ajang serupa diprediksi bakal kembali digelar secara rutin di kawasan Asia Tenggara.
Dukungan Penuh PSSI Untuk Keberlanjutan Kepemimpinan
Strategi pendekatan yang dilancarkan oleh orang nomor satu di federasi dunia tersebut terbukti membuahkan hasil manis di tanah air. PSSI secara resmi telah mengutarakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh kepada sang petahana. Sikap tegas federasi sepak bola Indonesia ini menjadi sinyal positif bagi pengamanan suara di kawasan ASEAN.
Dukungan tersebut diproyeksikan untuk mengawal masa jabatan kepemimpinan federasi dunia pada periode 2027-2031 mendatang. Komitmen PSSI menunjukkan eratnya hubungan kemitraan yang terjalin antara pengurus sepak bola nasional dengan pimpinan tertinggi sepak bola dunia. Hal ini juga tidak lepas dari apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Indonesia untuk menggelar turnamen akbar tersebut.
Para penggawa Skuad Garuda sendiri berhasil menjawab kepercayaan tersebut dengan tampil luar biasa dan berjuang maksimal hingga meraih gelar juara. Keberhasilan menjuarai ajang ini menjadi tonggak sejarah baru bagi sepak bola tanah air di level regional. Kemenangan ini sekaligus menutup rangkaian turnamen dengan catatan manis bagi seluruh pecinta sepak bola nasional.
Sumber: BolaSport






