
Nismedia.id - Shin Tae-yong mengakui bahwa pemanggilan sejumlah anak asuhnya ke skuad Garuda sedikit mengganggu persiapan Persija Jakarta selama jeda kompetisi. Jeda FIFA Matchday yang berlangsung selama tiga pekan usai matchday ketiga Super League 2026/2027 membuat tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut tidak bisa mematangkan taktik secara utuh. Meskipun demikian, tim pelatih tetap berupaya menjaga kebugaran para pemain lainnya agar siap melanjutkan kompetisi.
Persija mencatatkan lima pemain yang mendapatkan tugas negara membela tim nasional dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026 pada 25 September hingga 5 Oktober lalu. Kelima nama tersebut adalah Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Shayne Pattynama, Jordi Amat, serta Rayhan Hannan. Kontribusi para pemain tersebut sukses mengantarkan tim Merah Putih meraih gelar juara usai menumbangkan Thailand lewat adu penalti 4-2 di partai puncak.
Dampak Panggilan Pemain Timnas Terhadap Persiapan Persija Jakarta
Absennya lima pilar utama dalam kurun waktu beberapa pekan diakui membuat pematangan strategi tim kurang berjalan optimal. Juru taktik asal Korea Selatan tersebut menjelaskan bahwa latihan taktis dan pemantapan skema permainan membutuhkan kehadiran seluruh anggota skuad. Tanpa kehadiran para pemain inti tersebut, koordinasi antarlini tidak dapat disimulasikan secara sempurna di lapangan latihan.
Shin mengungkapkan bahwa keterbatasan jumlah pemain saat latihan menjadi kendala utama yang harus dihadapi jajaran pelatih. “Salah satu kendala yang kami hadapi adalah beberapa pemain dipanggil untuk memperkuat tim nasional,” ujar Shin. Ia menambahkan dampaknya secara taktis, “Akibatnya, kami tidak bisa berlatih bersama secara maksimal, terutama untuk membangun organisasi permainan tim.”
Kendati menghadapi kendala dalam penyusunan strategi, mantan pelatih tim nasional itu tetap mengambil sisi positif dari libur kompetisi yang cukup panjang. Para pemain yang tidak dipanggil ke tim nasional memiliki waktu pemulihan kondisi fisik yang lebih memadai setelah melalui jadwal laga yang padat. Selain itu, jajaran pelatih tetap menjalankan program peningkatan kualitas individu sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Kondisi Pemain Dan Kesiapan Menghadapi Laga Tandang Di Bantul
Pelatih yang akrab disapa STY ini menegaskan bahwa tingkat kebugaran para pemain yang bertahan di klub berada dalam kondisi yang sangat baik. Waktu istirahat yang cukup dimanfaatkan secara maksimal untuk mengembalikan kesegaran stamina seluruh anggota tim. Penggemar Macan Kemayoran pun berharap kesegaran fisik para pemain dapat terkonversi menjadi performa apik di atas lapangan.
Masa jeda kompetisi dianggap memberikan keseimbangan tersendiri antara waktu istirahat dan pelaksanaan materi latihan harian. “Namun, selama masa jeda tersebut, para pemain juga memiliki waktu untuk beristirahat dengan baik,” kata Shin. “Kami pun tetap menjalankan program latihan sesuai dengan rencana,” tuturnya menjelaskan progres tim.
Persija dijadwalkan bakal melakoni laga tandang menghadapi PSIM Yogyakarta pada matchday keempat di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026). Pertandingan tersebut bakal menjadi tolok ukur nyata untuk melihat efektivitas program latihan selama masa jeda tiga pekan. “Karena itu, sulit untuk mengatakan secara pasti apakah jeda kompetisi ini memberikan dampak positif atau negatif terhadap kondisi tim; kami akan melihat bagaimana kondisi dan performa para pemain saat pertandingan besok berlangsung,” pungkasnya.
Sumber: BolaSport






