Tanggapan Shin Tae-yong Soal Bedanya Melatih Timnas Indonesia dan Persija Jakarta

Tanggapan Shin Tae-yong Soal Bedanya Melatih Timnas Indonesia dan Persija Jakarta
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pelatih Kepala Persija Jakarta, Shin Tae-yong, memberikan tanggapan secara terbuka mengenai beda melatih Timnas Indonesia dan Persija setelah timnya meraih kemenangan telak atas PSIM Yogyakarta dengan skor 0-4 pada pekan keempat Super League 2026-2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (11/10/2026) sore WIB. Kemenangan ini memperpanjang rekor impresif Macan Kemayoran menjadi empat laga beruntun tanpa kekalahan.

Empat gol kemenangan tim tamu dicetak oleh Alexander Jeremejeff pada menit ke-77, dwigol Stjepan Loncar pada menit ke-81 dan 90+3, serta sumbangan Kwon Chang-hoon pada menit ke-87. Tambahan tiga poin berharga ini mengantarkan Persija Jakarta mengudeta posisi puncak klasemen sementara Super League dari Dewa United dengan raihan 12 poin penuh. Pencapaian manis ini sekaligus membuktikan kualitas juru taktik asal Korea Selatan tersebut dalam meracik strategi di kompetisi domestik.

Pandangan Shin Tae-yong Terkait Beda Melatih Timnas Indonesia dan Persija

Menanggapi pertanyaan mengenai perbedaan peran di level negara dan klub, Tae-yong mengungkapkan bahwa tuntutan tugas menjadi faktor pembeda paling mendasar. Mantan juru taktik skuad Merah Putih tersebut menjelaskan bahwa jadwal kompetisi dan manajemen fokus pemain sangat memengaruhi pendekatan strategi yang diterapkan. Setiap ajang memerlukan penyesuaian fisik serta mentalitas yang berbeda bagi para pemain di lapangan.

Tae-yong menegaskan bahwa jadwal padat di ajang internasional menuntut konsentrasi tinggi dalam waktu yang sangat singkat bagi seluruh staf pelatih. Sementara itu, dinamika persaingan di kompetisi liga domestik memberikan kesempatan lebih luas untuk melakukan evaluasi berkala. Evaluasi mendalam dapat langsung diterapkan pada pertandingan berikutnya demi menjaga konsistensi performa tim.

“Mungkin sedikit berbeda karakternya timnas sama liga karena berbeda juga tuntutannya. Karena timnas dalam sembilan hari harus bertanding dua kali, jadi fokusnya harus terbagi,” kata Tae-yong dalam sesi press conference usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa masalah yang muncul di kompetisi liga dapat langsung diperbaiki karena masih banyak laga tersisa menanti di depan.

Kedisiplinan Skuad Macan Kemayoran Dan Kunci Kemenangan Di Bantul

Laga antara Persija Jakarta melawan PSIM Yogyakarta sempat berlangsung sengit dan alot hingga pertengahan babak kedua. Skuad tuan rumah tampil sangat disiplin dalam menggalang pertahanan sehingga membuat barisan penyerang tim tamu sempat kesulitan mencetak gol pembuka. Kendati demikian, kesabaran serta perjuangan maksimal para pemain akhirnya membuahkan hasil manis jelang akhir laga.

Tae-yong mengaku sangat mengapresiasi kerja keras seluruh anak asuhnya yang tampil tanpa lelah sepanjang 90 menit pertandingan. Kerja sama yang solid antar lini dari sektor pertahanan hingga barisan depan menjadi kunci sukses terciptanya pesta empat gol dalam rentang waktu 20 menit terakhir. Kerja keras tersebut membuktikan mentalitas bertanding yang sangat matang dari armada Macan Kemayoran.

“Awalnya kami menganggap pertandingan ini mungkin akan sangat sulit. Namun, kita lihat para pemain lini depan hingga belakang bekerja keras semuanya, sehingga kita bisa membawa hasil yang positif,” ujar pelatih berusia 55 tahun tersebut. Pernyataan tersebut menegaskan rasa puas sang juru taktik atas komitmen penuh yang ditunjukkan oleh para pemainnya di atas lapangan.

Peran Vital Dukungan Suporter Dalam Perburuan Gelar Juara

Selain memuji kedisiplinan taktis para pemain di lapangan, Tae-yong secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada para pendukung setia tim yang hadir langsung di stadion. Kehadiran ribuan suporter yang rela menempuh perjalanan jauh menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi skuad Macan Kemayoran. Dukungan tanpa henti dari tribun membuat semangat juang para pemain semakin membara sepanjang laga.

Sang juru taktik menilai bahwa perjalanan menuju tangga juara memerlukan sinergi yang kuat antara tim dan para pendukung setia. Atmosfer positif yang diciptakan oleh suporter dinilai mampu memberikan energi tambahan saat tim menghadapi situasi sulit di lapangan. Kehadiran suporter menjadi pilar utama yang tidak terpisahkan dari ambisi klub mengarungi kompetisi musim ini.

“Mungkin untuk menuju juara yang paling dibutuhkan itu ya ini, suporter kita, jadi datang sampai jauh ke sini dan mendukung,” tutur juru taktik berkebangsaan Korea Selatan tersebut. Ungkapan terima kasih tersebut mempertegas komitmen tim untuk terus memberikan hasil terbaik demi membanggakan seluruh pendukung Macan Kemayoran.

Sumber: Kompas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *