
Nismedia.id - Race Moto3 Indonesia 2026 menyajikan aksi dramatis saat pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, berjuang maksimal di Sirkuit Mandalika, Minggu (11/10/2026). Pembalap muda kebanggaan publik tanah air tersebut mengakhiri balapan kandang dengan mengamankan posisi keenam usai bersaing sengit di kelompok depan.
Balapan seri ke-17 ini menjadi panggung kejayaan bagi pembalap CFMoto Aspar Team, Maximo Quiles, yang tampil sangat dominan dari awal hingga akhir balapan untuk menyentuh garis finis di posisi terdepan. Kemenangan manis di Indonesia ini sekaligus memastikan murid Marc Marquez tersebut resmi mengunci gelar juara dunia Moto3 2026 di depan David Almansa dan Brian Uriarte.
Hasil Moto3 Indonesia 2026 Dan Perjuangan Veda Ega Pratama
Mengawali balapan sebanyak 20 lap dari posisi ketujuh, Veda langsung tampil agresif sejak bendera start dikibarkan di lintasan. Pembalap berusia 17 tahun tersebut sukses melewati Guido Pini di tikungan pertama untuk mengamankan posisi keenam. Sementara itu, Almansa langsung melesat mengambil alih pimpinan lomba dari Uriarte yang bertindak sebagai pole sitter.
Kejadian mendebarkan sempat terjadi pada lap pertama ketika Uriarte mengalami penurunan kecepatan secara mendadak sehingga nyaris terseruduk oleh Veda dari belakang. Memasuki lap kedua, sang wakil Indonesia mampu menjaga ritme balap hingga sukses menembus posisi kedua di belakang Quiles. Namun, tekanan konstan dari Adrian Fernandez memaksa Veda sedikit melorot ke urutan ketiga.
Ketegangan di lintasan makin meningkat saat bendera kuning berkibar di area chicane tikungan empat dan lima akibat insiden crash yang menimpa Casey O’Gorman serta Leo Rammerstorfer. Tak lama berselang, Ryota Ogiwara juga harus tersungkur di atas gravel trap Sirkuit Mandalika. Di tengah gelombang insiden tersebut, Veda tetap fokus berduel sengit melawan Almansa untuk mempertahankan posisi di lima besar.
Dramatisasi Putaran Akhir Dan Penentuan Gelar Juara Dunia
Memasuki paruh kedua balapan atau sepuluh lap tersisa, jarak antara kelompok terdepan dengan barisan tengah mulai terpisah sejauh 1,8 detik. Veda sempat melorot ke posisi ketujuh sebelum kembali naik ke urutan enam setelah Alvaro Carpe mengalami crash usai terlibat kontak dengan Fernandez. Bendera kuning kembali berkibar di tikungan 16 menyusul jatuhnya Adrian Cruces dari lintasan.
Persaingan memperebutkan tempat di zona podium berlangsung sangat intens saat balapan menyisakan lima putaran terakhir. Veda sempat merangsek kembali ke posisi kelima meski harus berjuang keras memangkas gap 3,5 detik dari pertarungan Uriarte dan Matteo Bertelle. Namun, gempuran masif dari duo Leopard Racing pada putaran penultima memaksa sang rider Merah Putih terlempar ke urutan kedelapan.
Pada lap terakhir, Quiles tampil tanpa cela di posisi terdepan dan tak terkejar hingga melintasi garis finis untuk merayakan gelar juara dunia. Sementara itu, Veda menunjukkan aksi comeback impresif pada beberapa tikungan penentu untuk merebut kembali posisi keenam. Penampilan gigih pembalap muda Indonesia ini menjadi modal berharga untuk mengarungi sisa seri kompetisi musim ini.
Sumber: BolaSport






