
Nismedia.id - Persela Lamongan harus puas berbagi satu poin dengan Deltras Sidoarjo dalam laga pembuka Pegadaian Championship 2026-2027 yang berakhir imbang 1-1 di Stadion Surajaya. Tuan rumah unggul lebih dulu melalui Juninho Cabral, namun Achmad Dwi tampil sebagai pahlawan tim tamu.
Babak pertama berjalan cepat dengan kedua tim saling beradu serangan. Persela Lamongan yang bermain di kandang tampil lebih dominan dengan penguasaan bola yang baik di lini tengah. Deltras tidak tinggal diam, mereka mengandalkan serangan balik cepat yang kerap membuat pertahanan tuan rumah harus waspada.
Memasuki babak kedua, Persela akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-54. Juninho Cabral dengan tenang menyelesaikan peluang di dalam kotak penalti, mengirim bola ke pojok gawang yang tak terjangkau kiper Deltras. Sorak sorai pendukung tuan rumah menggema di seluruh sudut stadion.
Berbagai upaya dilakukan Deltras untuk menyamakan kedudukan, namun pertahanan Persela tampil disiplin dan sulit ditembus. Pelatih Deltras melakukan beberapa pergantian pemain guna menambah kekuatan di lini depan. Tekanan semakin bertambah seiring berjalannya waktu, dan para pemain tuan rumah mulai terlihat kelelahan di menit-menit akhir.
Kerja keras Deltras akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-88. Achmad Dwi menerima umpan dari rekan setimnya dan melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut gawang Persela, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Persela berusaha membalas di masa tambahan waktu, namun pertahanan Deltras berdiri tegak dan tak lagi memberi celah. Wasit pertandingan akhirnya meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dengan skor imbang. Persela harus menerima hasil imbang di kandang sendiri, sementara Deltras pulang dengan satu poin berharga yang diraih di menit-menit terakhir laga.
Dengan hasil ini, Persela Lamongan gagal menempati puncak klasemen sementara Grup B, sementara Deltras berada tepat di puncak dengan 1 selisih gol. Kompetisi Pegadaian Championship musim ini terlihat semakin menarik karena kesetaraan kekuatan antar tim yang membuat setiap laga berjalan sengit dan tak ada tim yang merasa mudah meraih kemenangan.
Sumber: liga2match






