
Nismedia.id - Penyelenggaraan ajang balap motor internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berhasil mencatatkan rekor penonton yang baru di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Total akumulasi kehadiran penonton selama tiga hari penyelenggaraan dari 9 hingga 11 Oktober 2026 tersebut mencapai 157.875 orang. Angka fantastis ini melampaui pencapaian musim lalu yang hanya mencatatkan 140.324 pasang mata.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan gelaran bergengsi ini. Puncak kedatangan penonton terjadi pada hari balapan utama, Minggu (11/10/2026), yang menyedot perhatian hingga 65.069 pengunjung di area sirkuit. Peningkatan jumlah penonton ini membuktikan tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap olahraga otomotif tingkat dunia.
Rincian Lonjakan Dan Rekor Penonton MotoGP Indonesia 2026
Berdasarkan data resmi dari pihak Dorna, tren jumlah pengunjung yang memadati Sirkuit Mandalika menunjukkan grafik peningkatan yang sangat signifikan setiap harinya. Pada sesi pre-weekend hari Jumat, tercatat sebanyak 39.510 penonton sudah memadati tribun sirkuit untuk menyaksikan para pebalap menguji lintasan. Angka tersebut terus merangkak naik pada hari Sabtu dengan total kehadiran mencapai 53.296 penonton yang menyaksikan sesi kualifikasi dan sprint race.
Puncak antusiasme publik meledak pada hari Minggu ketika 65.069 pasang mata memadati sirkuit untuk menyaksikan persaingan sengit antara Marc Marquez dan Jorge Martin. Daya tarik makin bertambah berkat hadirnya dua pebalap local heroes kebanggaan Merah Putih, Veda Ega Pratama dan Mario Aji, yang berjuang maksimal di lintasan. Atmosfer panas perebutan takhta juara dunia MotoGP musim ini turut menjadi magnet utama yang menyedot perhatian para pecinta otomotif.
Keberhasilan menembus angka 157 ribu penonton mendapat pujian langsung dari jajaran pemerintah saat meninjau area paddock sirkuit usai balapan. “Luar biasa, breaking record, 157 ribu penonton! Tepuk tangannya buat semua!” ujar Menpora Erick penuh semangat di hadapan media. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi catatan sejarah baru yang sangat membanggakan bagi dunia olahraga nasional.
Dampak Positif Bagi Ekonomi Daerah Dan Keberlanjutan Kontrak
Penyelenggaraan ajang olahraga internasional di Lombok ini terbukti memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat sekitar dan kawasan Nusa Tenggara Barat. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mencatat adanya penurunan angka kemiskinan daerah yang cukup signifikan dari 14 persen menjadi 11 persen. Sektor pariwisata, perhotelan, hingga usaha mikro kecil menengah milik warga lokal turut merasakan peningkatan pendapatan yang nyata.
Menpora Erick menilai kejuaraan dunia seperti ini efektif menjadi penggerak roda perekonomian daerah melalui aktivitas pariwisata. “Dan saya rasa event-event ini membuktikan apa? Membantu ekonomi daerah,” tutur Erick saat menjelaskan dampak positif dari balapan internasional tersebut. Penurunan angka kemiskinan di sekitar kawasan Mandalika yang mencapai hampir 3 persen menjadi bukti nyata manfaat dari ajang balap dunia ini.
Seluruh laporan keberhasilan dan hasil evaluasi dari ajang ini rencananya akan disampaikan secara langsung kepada Presiden untuk menentukan arah kebijakan masa depan. “Soal perpanjangan kontrak nanti kita tunggu putusan Bapak Presiden, ya. Mudah-mudahan nanti biar beliau yang menyampaikan,” ungkap Erick terkait masa depan balapan di Lombok. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung keberlanjutan ajang ini karena memberikan dampak yang sangat positif bagi Indonesia.
Sumber: RRI






