
Nismedia.id - Coventry City mencatat sejarah manis di kandang sendiri setelah menghancurkan Newcastle United dengan skor telak 4-1 dalam laga pekan keenam Premier League 2026-2027. Pertandingan yang digelar di Coventry Building Society Arena menjadi kemenangan kandang pertama di kasta tertinggi Inggris setelah penantian lebih dari 25 tahun.
Pertandingan baru berjalan enam menit ketika tuan rumah langsung mendapatkan peluang emas dari titik penalti. Kiper Newcastle, Lukáš Horníček, gagal mengamankan bola di dalam kotak penalti dan menjatuhkan Sidiki Cherif yang sedang berusaha merebut bola.
Jack Rudoni yang dipercaya sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, menembus gawang lawan dan membawa Coventry unggul cepat 1-0. Gol tersebut menjadi penanda istimewa bagi para pendukung yang telah lama menantikan momen serupa di stadion ini.
Babak pertama berjalan sengit setelah gol awal tersebut, dengan Newcastle berusaha merespons melalui serangan balik yang dipimpin Harvey Barnes. Namun pertahanan Coventry City tampil disiplin dan mampu meredam setiap ancaman yang datang. Skor tetap bertahan 1-0 hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan.
Memasuki babak kedua, Coventry City kembali menggila dan berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-48. Sidiki Cherif yang baru saja menjalani debut awalnya di Premier League, mencetak gol perkenannya dengan penyelesaian yang apik dari dalam kotak penalti. Kepercayaan diri para pemain tuan rumah tampak melonjak tajam seiring dengan berjalannya waktu.
Baru pada menit ke-70 Newcastle mampu memperkecil ketertinggalan melalui aksi luar biasa Sven Botman. Bek tengah asal Belanda itu melepaskan tembakan jarak jauh yang meluncur deras ke pojok gawang Coventry, menyisakan peluang bagi tim tamu untuk bangkit. Gol tersebut sempat membangkitkan semangat para pemain Newcastle yang berusaha menyamakan kedudukan seketika.
Tiga belas menit sebelum pertandingan berakhir, Ellis Simms yang masuk sebagai pemain pengganti memanfaatkan umpan silang dari sisi sayap untuk mencetak gol ketiga Coventry. Ia menendang bola dengan keras ke tengah gawang, tak tertahankan oleh Horníček, dan mengubah skor menjadi 3-1.
Belum selesai dengan pesta gol, Coventry menambah pundi-pundi golnya pada menit ke-86 melalui Stephen Mfuni. Pemain muda yang juga masuk dari bangku cadangan menyambar bola muntah di dekat tiang lawan, menyempurnakan kemenangan telak timnya menjadi 4-1. Sorak sorai penonton di stadion menggema keras menyambut gol keempat tersebut.
Berkat hasil ini, Coventry City naik ke peringkat ke-14 klasemen sementara dengan mengantongi enam poin dari enam pertandingan yang telah dijalani. Mereka berhasil keluar dari zona degradasi berkat dua kemenangan beruntun yang diraih secara berurutan. Sementara Newcastle berada di peringkat ke-11 dengan tujuh poin.
Statistik pertandingan menunjukkan Coventry mendominasi dengan total 14 tembakan, di mana tujuh di antaranya mengarah ke gawang lawan. Penguasaan bola terbagi rata, namun Coventry lebih efektif memanfaatkan setiap peluang yang tercipta di area pertahanan lawan. Kemenangan 4-1 ini juga menjadi kemenangan terbesar Coventry di ajang Premier League sejak tahun 2000 silam.






