
Nismedia.id - Sebuah penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh harian The Times mengangkat isu baru yang mengejutkan dunia sepak bola internasional. Presiden FIFA, Gianni Infantino dikabarkan menerima pembayaran tambahan yang tidak diumumkan secara publik dari perusahaan yang bertugas menyelenggarakan Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Menurut data yang diperoleh dari dokumen pajak Amerika Serikat, Infantino menerima sebesar 1,76 juta dolar AS atau setara dengan sekitar 27 miliar rupiah pada tahun 2024 dari FWC2026 US Inc, entitas yang didirikan khusus untuk mengelola persiapan dan penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Pembayaran tersebut tidak tercantum dalam laporan keuangan resmi FIFA yang dirilis untuk tahun yang sama.
Dalam laporan tahunan FIFA 2024, gaji resmi Infantino tercatat sebesar 4,274 juta franc Swiss, atau sekitar 4,5 juta dolar AS. Dengan adanya pembayaran tambahan tersebut, total pendapatan yang diterima oleh pejabat tertinggi FIFA itu sebenarnya jauh lebih besar daripada yang diketahui publik.
Laporan The Times yang diterbitkan pada 12 Oktober 2026 menyatakan bahwa pembayaran serupa atau bahkan lebih besar kemungkinan juga telah diterima oleh Gianni Infantino pada tahun 2025 dan 2026. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa praktik merupakan pola yang berlangsung selama beberapa tahun tanpa pengetahuan dewan tata kelola FIFA maupun masyarakat luas.
Pembayaran tersebut tercatat dalam dokumen yang disampaikan FWC2026 US Inc. kepada Dinas Pajak Dalam Negeri Amerika Serikat (IRS). Sebagian besar jumlah itu tercatat sebagai gaji dan bonus, sementara sekitar 626.229 dolar AS tercatat dalam kategori kompensasi lain yang wajib dilaporkan.
FIFA sendiri telah menanggapi laporan tersebut dengan pernyataan singkat yang dikirimkan kepada media. Organisasi itu menyatakan bahwa pembayaran yang dilakukan melalui FWC2026 US Inc. telah disepakati dan merupakan bagian dari kompensasi keseluruhan yang diterima presiden FIFA.
Pihak FWC2026 US Inc. yang diketuai oleh presiden Concacaf, Victor Montagliani, juga belum memberikan penjelasan rinci mengenai alasan di balik pembayaran tambahan tersebut. Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, juga tidak menerima pembayaran apa pun dari perusahaan itu.
Sejak menjabat sebagai presiden FIFA pada tahun 2016, Gianni Infantino memang telah berjanji untuk meningkatkan standar transparansi di dalam organisasi. FIFA secara rutin mempublikasikan rincian gaji presiden dan sekretaris jenderal dalam laporan tahunannya setiap tahun. Namun, pembayaran dari entitas lain di luar jalur pelaporan resmi tampaknya membatalkan komitmen tersebut.
Berbagai pihak terkait sepak bola dunia kini mulai bersuara menuntut kejelasan mengenai kasus ini. Beberapa asosiasi sepak bola negara telah menyatakan kekhawatirannya dan meminta penjelasan resmi sebelum pertemuan kongres FIFA berikutnya. Jika terbukti ada pelanggaran aturan, konsekuensi yang dihadapi bisa berupa sanksi administratif hingga proses hukum yang lebih lanjut.
Sumber: The Times






