
Nismedia.id - Benua Afrika akhirnya kembali memiliki ajang balapan kelas dunia setelah lebih dari tiga dekade penantian panjang. F1 secara resmi menyetujui masuknya GP Afrika ke dalam kalender balapan, Republik Rwanda yang dipercaya menjadi tuan rumah mulai awal tahun 2030-an.
Kontrak kerja sama telah disepakati antara pihak F1 dan pemerintah Rwanda untuk jangka waktu sepuluh tahun ke depan. Langkah ini menjamin keberlangsungan acara yang stabil dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak. Pemerintah menyambut baik keputusan ini sebagai bentuk pengakuan internasional terhadap potensi dan kemajuan yang telah dicapai negara tersebut.
Lokasi sirkuit yang akan dibangun berada di kawasan Bugesera, berjarak sekitar 40 kilometer dari ibu kota Kigali. Pemilihan lokasi ini juga sangat strategis karena berdekatan dengan Bandar Udara Internasional Bugesera, sehingga sangat memudahkan aksesibilitas peserta, penonton, dan logistik peralatan balapan.
Pembangunan sirkuit ini melibatkan kolaborasi dua nama besar dalam dunia desain sirkuit balap, yaitu Tilke Design dan Wurz Design. Konfigurasi lintasan direncanakan akan menggabungkan karakteristik sirkuit legendaris Zandvoort di Belanda dan sirkuit Suzuka di Jepang. Kombinasi ini diharapkan akan melahirkan lintasan yang menantang namun tetap aman bagi para pembalap.
Terakhir kali F1 menggelar balapan di benua Afrika adalah pada musim 1993 di sirkuit Kyalami, Afrika Selatan. Sejak saat itu, selama lebih dari 36 tahun, tidak ada lagi negara Afrika yang masuk ke dalam daftar kalender resmi kejuaraan dunia. Ketiadaan ini kini akhirnya terjawab dengan kembalinya ajang ini ke benua tersebut melalui Rwanda.
Pembangunan sirkuit di Bugesera diharapkan juga akan memberikan dampak positif yang luas bagi perekonomian masyarakat sekitar. Sektor pariwisata, perhotelan, dan jasa-jasa terkait diprediksi akan tumbuh pesat menjelang tahun pertama penyelenggaraan.
Rencana pembangunan infrastruktur penunjang juga sudah mulai disusun secara matang oleh pemerintah setempat. Jalan penghubung, area parkir, pusat penonton, hingga fasilitas keamanan akan disiapkan secara bertahap hingga menjelang tahun pertama pelaksanaan. Semua pihak berkomitmen agar persiapan berjalan tepat waktu dan sesuai standar internasional.
Dengan kembalinya GP Afrika ke dalam kalender resmi, dunia F1 kini semakin merata dan mewakili lebih banyak wilayah di dunia. Penantian panjang selama puluhan tahun akhirnya terbayar, dan mata dunia akan segera tertuju pada Rwanda di awal tahun 2030-an.
Sumber: F1






