Meledak, Roy Keane: Manchester United Itu Sirkus, Pemain Lupa Prioritas

Meledak, Roy Keane: Manchester United Itu Sirkus, Pemain Lupa Prioritas
Potret legenda Manchester United, Roy Keane (Instagram: @officialkeane16)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Legenda Manchester United, Roy Keane melontarkan kritik tajam dan penuh emosi terhadap mantan klubnya. Dalam sebuah wawancara terbaru, ia tak segan-segan menyebut klub yang pernah dibelanya sebagai sebuah sirkus.

Ia merasa banyak pemain saat ini lebih pandai berbicara daripada membuktikan kemampuan saat pertandingan berlangsung di atas rumput hijau. Bagi Roy Keane, tindakan di lapangan jauh lebih bermakna daripada sekadar pernyataan di media.

“Manchester United itu sirkus. Coba lakukan omonganmu di lapangan,” katanya tegas.

Ia menyoroti fakta bahwa pencapaian di lapangan sangat minim, namun pembicaraan di luar lapangan justru semakin banyak dan berlebihan. Roy Keane kemudian menyoroti situasi yang dialami oleh bek timnas Inggris, Harry Maguire yang lebih memprioritaskan kegiatan di luar sepak bola bukanlah contoh yang baik bagi seorang pemain besar.

“Para pemain ini tidak menyebabkan apa-apa selama beberapa tahun terakhir di Manchester United! Tersingkir oleh Grimsby, dan mereka malah mengeluarkan semua komentar-komentar ini!” tegasnya dengan nada meninggi.

Ia berpendapat waktu yang seharusnya digunakan untuk memperbaiki performa justru terbuang untuk hal-hal yang tidak berhubungan langsung dengan sepak bola. Keane terlihat keberatan ketika mengetahui pemain nomor satu di klub itu lebih banyak menyampaikan uneg-unegnya melalui platform di luar lapangan.

“Maguire ditinggalkan dari skuad Inggris dan dia merasa sedih. Alih-alih menggulung lengan bajunya selama musim panas, dia pergi ke New York untuk bikin podcast selama beberapa minggu,” imbuhnya dengan nada kecewa.

Roy Keane menganggap hal tersebut kurang pantas dilakukan oleh seorang pemimpin di dalam tim. Perselisihan pendapat, menurutnya, seharusnya diselesaikan secara profesional dan tidak diumumkan ke publik.

“Bruno ikut podcast dengan Steven Bartlett. Ini kapten Manchester United, dan dia menyindirku sedikit,” ungkapnya.

Ia juga melihat adanya pergeseran nilai di dalam ruang ganti klub. Semangat juang yang dulu menjadi ciri khas klub tersebut dirasakannya sudah tidak lagi dimiliki oleh para pemain yang sedang membela tim saat ini.

“Itulah pola pikir pemain Manchester United saat ini. Melakukan gig-gig kecil ini alih-alih membuat Manchester United bersaing di puncak,” lanjutnya.

Ia mengingatkan bahwa menjadi bagian dari Manchester United adalah sebuah kehormatan yang disertai tanggung jawab besar, bukan sekadar peluang untuk membangun citra pribadi di mata publik.

“Atur prioritasmu sebagai pesepakbola!” tutupnya dengan penekanan yang kuat.

Sampai saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak klub maupun para pemain yang disinggung dalam pernyataan Roy Keane. Namun, kritik keras ini diharapkan dapat menjadi cermin bagi seluruh elemen tim untuk kembali fokus pada hal yang paling penting: mengembalikan kejayaan Manchester United di atas lapangan hijau.

Sumber: The Touchline

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *