
Nismedia.id - Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mulai menjajaki sejumlah nama figur papan atas untuk masuk ke dalam Bursa Presiden FIFA guna menantang petahana Gianni Infantino. Langkah strategis ini diambil menyusul tingginya rasa tidak puas dari sejumlah pejabat sepak bola benua biru terhadap kepemimpinan pria berkebangsaan Swiss tersebut. Beberapa nama besar dari panggung olahraga internasional, mulai dari mantan pemain hingga pengusaha, kini secara intensif mulai dipertimbangkan sebagai penantang kuat.
Sejumlah nama mentereng seperti mantan pemain Timnas Portugal, Luis Figo, serta mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger, masuk dalam daftar calon yang dipertimbangkan. Selain dua tokoh sepak bola pria tersebut, pemilik klub wanita London City Lionesses, Michelle Kang, turut mencuri perhatian dalam jajaran calon potensial. UEFA menilai organisasi sepak bola tertinggi di dunia tersebut membutuhkan penyegaran kepemimpinan demi mendorong transparansi, akuntabilitas, serta reformasi structural secara menyeluruh.
Nama Kandidat Potensial Ramai Mewarnai Bursa Presiden FIFA
Wakil Presiden UEFA, Laura McAllister, mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai sosok calon pemimpin baru saat ini tengah berlangsung di balik layar. McAllister menginginkan sosok figur yang memiliki integritas tinggi dan mampu merangkul dukungan luas dari para pemimpin federasi di berbagai benua. Ia juga menekankan pentingnya gagasan konkret untuk membatasi intervensi politik agar organisasi dapat berfokus penuh pada pengembangan olahraga.
Figo menjadi salah satu nama yang paling banyak diperbincangkan berkat rekam jejak mentereng di atas lapangan. Mantan peraih penghargaan Ballon d’Or yang mengawali kariernya di akademi Sporting CP itu dinilai memiliki popularitas serta pengakuan internasional yang sangat luas. Pengalaman panjang Figo di level pergaulan sepak bola dunia dianggap sebagai modal berharga untuk memimpin organisasi sebesar FIFA.
Sementara itu, Wenger menawarkan visi kepemimpinan yang berlandaskan pada kesuksesan taktis dan manajerial saat menangani Arsenal serta perannya dalam pengembangan teknis permainan. Di sisi lain, Kang menghadirkan perspektif segar yang berbeda berkat pengalaman suksesnya mengelola klub profesional wanita. Selain tiga nama utama tersebut, mantan pemain Timnas Swiss, Ramon Vega, yang kini sukses berkarier di sektor keuangan juga memberikan sinyal siap meramaikan persaingan.
Langkah Infantino dan Batas Waktu Pendaftaran
Merespons munculnya pergerakan dari wilayah Eropa, Infantino berusaha meredam gejolak dengan menawarkan sejumlah kebijakan finansial yang menggiurkan bagi federasi anggota. Pria berusia 56 tahun tersebut berjanji menanggapi berbagai kekhawatiran terkait skema investasi swasta yang diusulkan melalui program FIFA Forward Enterprise. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas dukungan politik dari berbagai federasi di tingkat global.
Infantino bahkan mengumumkan alokasi tambahan dana segar sebesar 15 juta dolar AS bagi masing-masing dari 211 asosiasi anggota organisasi. Penambahan anggaran tersebut membuat total bantuan keuangan untuk setiap asosiasi pada periode 2027 hingga 2031 melonjak hingga mencapai 25 juta dolar AS. Kendati menjanjikan suntikan dana dalam jumlah besar, kebijakan politik anggaran tersebut rupanya belum mampu mengubah pendirian teguh dari pihak UEFA.
Persaingan menuju kursi kepemimpinan puncak organisasi dipastikan bakal berjalan semakin sengit jelang pemungutan suara resmi. Seluruh berkas pendaftaran kandidat calon ketua umum wajib diserahkan kepada panitia paling lambat pada 18 November 2026. Selanjutnya, proses agenda pemilihan presiden secara resmi dijadwalkan berlangsung pada 18 Mei 2027 mendatang.
Sumber: Bola.com






