FAM Tetap Masuk Nominasi AFC Awards 2026, Romain Molina Soroti Konfederasi

FAM Tetap Masuk Nominasi AFC Awards 2026, Romain Molina Soroti Konfederasi
Ilustrasi FAM yangmasuk nominasi AFC Awards 2026 (Instagram: @famalaysia)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Persatuan Bola Sepak Malaysia (FAM) baru saja dinyatakan bersalah atas kasus pemalsuan data terkait proses naturalisasi tujuh pemain sepak bola. Temuan ini sempat mengguncang dunia sepak bola Asia pada tahun 2025 lalu dan memicu seruan agar pihak konfederasi mengambil langkah tegas.

Namun, di luar dugaan banyak pihak, FAM justru masuk ke dalam daftar nominasi AFC Awards 2026 yang akan diselenggarakan di Bangkok. Penghargaan yang diperebutkan itu adalah kategori Asosiasi Anggota AFC Terbaik tahun ini dengan predikat emas. Keputusan ini sontak menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pengamat dan penggemar sepak bola seantero benua.

Selain FAM, dua asosiasi lain juga masuk dalam daftar nominasi yang sama. Kedua nama tersebut adalah Asosiasi Sepak Bola Hong Kong, China Terbatas dan Federasi Sepak Bola Seluruh India. Ketiganya dinobatkan sebagai kandidat utama yang dinilai telah memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan sepak bola di kawasan Asia selama periode penilaian.

AFC belum memberikan penjelasan resmi mengapa FAM tetap dimasukkan ke dalam daftar meski kasus tersebut telah terbukti. Penilaian AFC tampaknya lebih berfokus pada pencapaian prestasi di lapangan dan program pengembangan sepak bola yang dilakukan selama satu tahun terakhir.

Kritik tajam datang dari jurnalis Prancis yang juga pengamat sepak bola internasional, Romain Molina. Melalui akun Twitter pribadinya, ia mempertanyakan keputusan AFC yang dinilainya tidak konsisten dengan prinsip integritas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh lembaga sepak bola benua tersebut.

“AFC itu lelucon: bagaimana Persatuan Bola Sepak Malaysia bisa menjadi kandidat Asosiasi Tahun Ini setelah terbukti bersalah pada 2025 karena memalsukan kewarganegaraan tujuh pemain?” tulis @Romain_Molina dalam cuitannya yang kini viral di berbagai media sosial.

Di akhir, jurnalis Prancis itu membagikan dugaannya terkait korupsi dan pelanggaran yang sepertinya didukung. Pernyataan ini langsung mendapat dukungan dari banyak pihak yang menilai adanya ketidakwajaran dalam proses nominasi tersebut.

“Sepertinya korupsi dan pelanggaran sedang didorong,” tutupnya.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak FAM maupun dari komite eksekutif AFC terkait tuduhan yang disampaikan oleh Molina. Sekretariat jenderal AFC di Kuala Lumpur juga belum merilis pernyataan klarifikasi apapun terkait polemik yang semakin meluas ini.

Penghargaan AFC Awards sendiri merupakan ajang tahunan tertinggi yang memberikan apresiasi kepada individu, tim, dan asosiasi yang dinilai berprestasi serta berkontribusi besar bagi kemajuan sepak bola Asia. Acara penganugerahan dijadwalkan akan digelar secara langsung di kota Bangkok, Thailand, pada akhir tahun 2026 ini.

Sampai saat ini, situasi masih berkembang dan publik menantikan sikap resmi dari pihak AFC. Semoga ke depannya, transparansi dan akuntabilitas menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan yang diambil, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap sepak bola Asia dapat terjaga dengan baik.

Sumber: Romain Molina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *